Senin, 18 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kakek Meninggal Dunia karena Infeksi Paru-paru, Keluarga Duga Karena Kabut Asap, Pemda Bantah

Seorang kakek meninggal dunia karena terjadi infeksi paru-paru di tubuhnya, namun keluarga menduga infeksi itu disebabkan kabut asap.

Tayang:
Kompas.com
Kakek Meninggal Dunia karena Infeksi Paru-paru, Keluarga Duga Karena Kabut Asap, Pemda Bantah 

Kakek Meninggal Dunia karena Infeksi Paru-paru, Keluarga Duga Karena Kabut Asap, Pemda Bantah

TRIBUNPEKANBARU.COM - Seorang kakek meninggal dunia karena terjadi infeksi paru-paru di tubuhnya, namun keluarga menduga infeksi itu disebabkan kabut asap.

Atas dugaan itu, pemda berdalih bukan karena kabut asap.

Seorang warga di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Mohammad Mohdad (74) meninggal dunia, Jumat (20/9/2019).

Kelurga menduga penyebab kematiannya karena terpapar kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tempat tinggalnya.

Jumrianto (38), anak korban menuturkan, sebelum meninggal ayahnya mengeluhkan sesak napas. Keluarga kemudian membawa Mohdad ke Puskesmas Sungai Pinyuh.

"Bapak dirujuk Rubini sekitar pukul 13.00 WIB. Di sana, Bapak dirontgen. Menurut dokter, bapak mengalami infeksi paru-paru," kata Jumrianto, saat ditemui di rumahnya, Sabtu (22/9/2019).

Namun, tak lama setelah itu, Mohammad Mohdad meninggal dunia. Oleh pihak keluarga, jenazah Mohdad dibawa pulang dan disemayamkan Sabtu pagi.

Bantahan Dinas Kesehatan Mempawah

Dikonfirmasi terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Memapwah, Jamiril membantah Mohammad Mohdad meninggal dunia karena dampak dari kabut asap.

Menurut dia, berdasarkan hasil rontgen rumah sakit, almarhum meninggal setelah mengalami sakit TBC.

Sakit itu diderita almarhum sudah cukup lama, bukan mendadak.

"Setelah didiagnosis oleh dokter, tidak benar karena asap, tetapi dikarenakan penyakit paru-paru yang sudah lama," ucap dia.

Lahan terbakar

Seorang aparatur Desa Galang, Nasir menambahkan, dalam dua bulan terakhir, memang sejumlah lahan terbakar di desanya. Bahkan, baru-baru ini saja, ditemukan titik api.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved