Pelalawan

Sebanyak 4.213 Warga Pelalawan Riau Terserang ISPA Dua Bulan Terakhir Akibat Kabut Asap Karhutla

Berdasarkan pengurusan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang didapatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan.

Sebanyak 4.213 Warga Pelalawan Riau Terserang ISPA Dua Bulan Terakhir Akibat Kabut Asap Karhutla
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Pasien yang akan berobat di Puskesmas Simpang Tiga, Pekanbaru memakai masker akibat kabut asap yang semakin pekat di Pekanbaru, Selasa (10/9/2019). (Tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

Sebanyak 4.213 Warga Pelalawan Riau Terserang ISPA Dua Bulan Terakhir Akibat Kabut Asap Karhutla

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kabupaten Pelalawan Riau dua hari terakhir merubah kualitas udara dan jarak pandang secara drastis.

Asap yang sempat membelenggu masyarakat satu bulan terakhir mendadak berkurang.

Berdasarkan pengurusan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang didapatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan.

Konsentrasi PM 10 menunjukan angka 27.16 dengan indikator berwarna hijau, masuk kategori baik bagi kesehatan masyarakat.

"Setiap hari kualitas udara semakin meningkat, dipengaruhi hujan yang membuat asap hikang. Itu data pembanding dari Pekanbaru yang kondisinya hampir sama dengan Pelalawan," ungkap Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Pelalawan, Davis Riswan S.Hut M.Si, kepada tribunpelalawan.com, Kamis (26/9/2019).

Baca: Bolos Hari Pertama Sekolah Pasca Kabut Asap, Puluhan Pelajar Ditertibkan Satpol PP Pekanbaru

Baca: FOTO: Usai Libur Sekitar 2 Minggu karena Kabut Asap, Murid di Pekanbaru Kembali Masuk Sekolah

Davis menjelaskan, hingga kini DLH Pelalawan belum memiliki alat pengukur kualitas udara.

Alhasil untuk menentukan angka ISPU di Pelalawan pihakny mesti mengambil dat pembanding dari Pekanbaru, Kabupaten Siak, dan wilayah terdekat lainnya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.Kes menyebutkan, hingga kini pihaknya masih tetap mengaktifkan rumah singgah bagi korban asap.

Posko kesehatan yang dibuka diseluruh Puskesmas ditambah dengan di kediaman Bupati Pelalawan disiagakan petugas medis, oksigen, hingga obat-obatan.

Berdasarkan pendataan Diskes, sebanyak 4.213 warga Pelalawan terkena Infeksi Saluran Penafasan Akut (ISPA) selama Bulan Agustus dan September.

Baca: Dokter Soeko, Mengabdi di Pedalaman Papua, Berujung Tragis Jadi Korban Meninggal Kerusuhan Wamena

Baca: Satu Orang Warga Riau Jadi Tersangka Pembabat Hutan TNTN, Diduga Lakukan Aktivitas Perambahan Hutan

Dua bulan terakhir kabut asap cukup pekat yang diakibatkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Dengan rincian sepanjang Agustus ada 2.029 masyarakat yang terserang ISPA. Sedangkan September mencapai 2.184 pasien ISPA.

"Itu data per tanggal 24 September dan hanya untuk ISPA. Tapi mudah-mudahan beberapa hari ini dan kedepan berkurang, karena kualita udara sudah mulai normal," tandasnya. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved