Kabut Asap di Riau

Gubri Syamsuar KHAWATIR Asap Kiriman dari Jambi, Status Riau Darurat Pencemaran Udara Belum Dicabut

Gubernur Riau atau Gubri Syamsuar khawatir asap kiriman dari Jambi, status Riau Darurat Pencemaran Udara belum dicabut

Gubri Syamsuar KHAWATIR Asap Kiriman dari Jambi, Status Riau Darurat Pencemaran Udara Belum Dicabut
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
Gubri Syamsuar Khawatir Asap Kiriman dari Jambi, Status Riau Darurat Pencemaran Udara Belum Dicabut 

Gubri Syamsuar Khawatir Asap Kiriman dari Jambi, Status Riau Darurat Pencemaran Udara Belum Dicabut

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Gubernur Riau atau Gubri Syamsuar khawatir asap kiriman dari Jambi, status Riau Darurat Pencemaran Udara belum dicabut.

Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Jumat (27/9/2019) belum berencana untuk mencabut status darurat pencemaran udara di Riau.

Baca: Kurir NARKOBA di Riau Digerebek di Kamar Hotel, Polisi Sita 1 Kg Sabu-sabu & 4.476 Butir Pil Ekstasi

Baca: SIAPA Sekdaprov Riau Hasil Seleksi Tim Pansel? Ini Nama-nama Kandidat yang Lulus sampai Tahap Akhir

Baca: STORY - Taman Anggur di Riau, Ditanam di Tanah Gambut, Zulhelmi Budidaya Anggur Secara Otodidak

Baca: HUJAN Guyur Empat Daerah di Riau, Prajurit TNI Tetap Waspada, Kabut Asap Tipis Muncul Lagi di Inhu

Meski kondisi udara di Riau sudah membaik pasca sebulan diselimuti kabut asap, namun Pemprov Riau tetap memperlakukan status darurat pencemaran udara di Riau.

Gubri Syamsuar mengungkapkan, belum dicabutnya status darurat pencemaran udara diputuskan setelah pihaknya mendapat masukan dari staf Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

"Setelah mendapat masukan dari KLHK, jangan dicabut dulu, karena asap kiriman dari Jambi bisa saja masuk ke Riau, jadi untuk menghindari asap masuk dari Jambi, kita disarankan untuk tidak mencabutnya," kata Syamsuar.

Namun Syamsuar menegaskan, belum dicabutnya status darurat pencemaran udara tersebut tidak akan berpengaruh terhadap aktifitas pendidikan di Riau.

Sebab saat ini siswa di Riau sudah kembali melaksanakan aktifitas belajar mengajar meskipun pencemaran udara di Riau masih dalam status darurat.

Baca: Harga Karet di Riau Naik, Produksi Karet di Kuansing Menurun Drastis Akibat Kemarau Panjang

Baca: SINOPSIS Film Gemini Man, Will Smith Dipertemukan dengan Kloningnya yang Masih Muda di Gemini Man

Baca: SINOPSIS Film The Lighthouse Jadwal Tayang The Lighthouse di Bioskop, Kesepian Dua Penjaga Mercusuar

"Sebenarnya sampai tanggal 30 September, tapi ini tidak berpengaruh, karena sekolah sudah masuk kembali. Kalau melihat situasi hujan seperti ini, sebenarnya sudah bisa dicabut (status darurat pencemaran udara), tapi karena ada masukan dari staf KLHK soal kemungkinan asap kiriman dari Jambi, maka statusnya masih tetap kita berlakukan," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar selaku Komandan Satgas (Dansatgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau secara resmi mengumumkan status darurat bencana pencemaran udara, Senin (23/9/2019).

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved