Belasan Kepala SD dan ASN Dinas Pendidikan Liburan ke China Saat Libur Kabut Asap Lalu
Libur sekolah akibat kabut asap lalu, ternyata digunakan sejumlah kepala SD dan ASN di Dinas Pendidikan Pekanbaru untuk liburan ke China.
Penulis: Fernando | Editor: rinaldi
tribunpekanbaru.com - Belasan Kepala Sekolah Dasar (SD) di Kota Pekanbaru diduga melakukan perjalanan wisata ke luar negeri pada September 2019 lalu. Mereka memanfaatkan libur kabut asap untuk pergi ke Shenzen, China.
Hal ini diketahui setelah beredarnya foto yang memperlihatkan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Muzailis, bersama 18 kepala SD di Kota Pekanbaru saat sedang berlibur. Mereka dalam foto itu terlihat berpose di depan bangunan yang diduga Masjid Shenzen.
Informasi didapat Tribun, rombongan itu melakukan perjalanan ke luar negeri pada September 2019 lalu. Saat itu kabut asap pekat sedang melanda Kota Pekanbaru, hingga melumpuhkan proses belajar mengajar selama lebih kurang dua pekan. Situasi inilah yang diduga dimanfaatkan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk melakukan perjalanan wisata.
Mayoritas rombongan yang pergi wisata ke China itu adalah para Kepala SD di Pekanbaru. Menurut informasi, ada 18 orang kepala sekolah yang ikut dalam pelesiran itu. Ada pula yang membawa serta keluarga dalam perjalanan yang disebut-sebut selama empat hari tersebut.
Padahal sesuai surat edaran Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru tertanggal 13 September 2019, para pendidik dan tenaga kependidikan tetap harus hadir seperti biasa, meski para siswa diliburkan. Mereka tetap harus bertugas sesuai jam kerja yang ada, sesuai jam belajar mengajar di saat normal.
Muzailis sendiri tidak menampik dirinya ikut dalam rombongan liburan tersebut. Dia mengaku pergi jalan-jalan ke luar negeri karena di saat itu sedang cuti. "Kebetulan mereka libur. Libur karena kabut asap," jelasnya kepada Tribun, Rabu (2/10) lalu.
Pria berkacamata itu menyebut, bahwa pelesiran ini sudah seizin Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Apalagi perjalanan itu bukanlah kunjungan resmi. Seluruh biaya perjalanan menurutnya berasal dari biaya pribadi. Dia pun menegaskan, perjalanan wisata itu memakai dibiayai sendiri.
Rombongan yang ada dalam foto itu saat ini sudah pulang ke Pekanbaru. Muzailis menyebut, tidak ada masalah dirinya dan para kepala sekolah pergi ke luar negeri saat libur kabut asap.
Apalagi kejadian itu sudah dua pekan yang lalu. Ia merasa para peserta didik tidak dirugikan karena perjalanan saat libur kabut asap tersebut. "Untuk apa ditulis, orang sudah pulang kok," ujarnya.
Hanya saja, Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru, Abdul Jamal, mengaku tidak mengetahui ada perjalanan ke luar negeri tersebut.
"Kalau ke luar negeri saya tidak tahu. Sebab mereka tidak ada izin kalau ke luar negeri. Namun untuk Sekretaris dan Kabid mereka memang cuti," paparnya.
Jamal menyebut, para kepala sekolah tersebut hanya izin tidak masuk sekolah. Ia pun mengaku tidak tahu kalau belasan kepala sekolah tersebut pergi ke luar negeri.
"Mereka izin tidak masuk dan izinnya ke saya. Tapi kalau izin untuk ke luar negeri tidak ada," katanya.
Jamal menyebutkan, rombongan tersebut berangkat bukan dalam rangka dinas. Namun dia kembali menegaskan tidak ada memberikan izin kepada para kepala sekolah untuk pergi ke luar negeri.
Selain itu, menurutnya, tidak ada larangan ASN ke luar negeri dalam agenda pribadi. "Kalau dia pergi pribadi, siapa yang melarang. Kalau cuti itu tidak ada hubungannya dengan kerja," terang Jamal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/kepala-sd-liburan-ke-china.jpg)