Berita Riau

Cek Lokasi dan Ambil Sampel, Tim Mabes Polri dan Kejagung Kembali Turun ke Lokasi Karhutla PT Adei

Tim Bareskrim tidak sendirian, tapi didampingi tim dari Kejaksaan Agung (Kejagung) serta tim ahli saat turun ke lokasi bekas kebakaran PT Adei.

Cek Lokasi dan Ambil Sampel, Tim Mabes Polri dan Kejagung Kembali Turun ke Lokasi Karhutla PT Adei
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Dirtipiter Brigjen Fadil Imran, Direskrimsus Polda Riau AKBP Andre Sudarmadi menggelar konferensi pers di atas lahan PT Adei Plantation and Industri di Desa Batang Nilo Kecamatan Pelalawan Kabupaten Pelalawan Riau, Jumat (20/9/2019). Bareskrim menyegel dan memasang plang penyelidikan di lahan bekas terbakar. 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI- Tim dari Dir Tindak Pidana Tetentu (Tipiter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri kembai turun ke lokasi bekas kebakaran kebun sawit PT Adei pada Selasa (1/10/2019) lalu.

Tim Bareskrim tidak sendirian, tapi didampingi tim dari Kejaksaan Agung (Kejagung) serta tim ahli.

Turun ke lokasi yang kedua kalinya itu merupakan lanjutan proses penyidikan terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kebun kelapa sawit milik PT Adei Plantation and Industry di Desa Batang Nilo Kecil, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau pada 7 September 2019 lalu.

"Tim Mabes dan Kejagung bersama dengan ahli melakukan pengecekan di Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ujar Kapolres Pelalawan AKBP Muhammad Hasym Risahondua SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK, Kamis (3/10/2019).

Kasat Teddy menyatakan, pihaknya hanya mendampingi Tim Mabes dan Kejagung yang datang ke kebun sawit milik perusahaan asal Malaysia itu.

Setelah melakukan pengecekan lokasi, tim juga ingin mengambil sampel untuk kepentingan penyidikan yang sedang bergulir di Bareskrim Mabes Polri.

"Pastinya ini untuk keperluan penyidikan yang saat ini berlangsung," tambah Teddy Ardian.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan, Nophy Tennophero South SH MH saat dikonfirmasi membenarkan tim dari Kejagung RI yang datang dari Jakarta bersama tim Mabes Polri. Ia tidak menamping jika kepentingan tim terkait kasus karhutla PT Adei yang saat ini ditangani Polri.

Tim dari Kejati Riau dan Kejari Pelalawan turut mendampingi tim yang turun.

"Infonya ahli ambil sampel bekas kebakaran, tapi jelasnya dari kepolisianlah. Karena masih ranah penyidikan kepolisian," ujar Teddy.

Segel Lahan Perusahaan

Pada 20 September 2019 lalu, Tim Bareskrim Polri dipimpin oleh Dirtipiter Brigjen Fadil Imran bersama rombongan didampingi Direskrimsus Polda Riau dan Kapolres Pelalawan telah turun ke kebun sawit PT Adei yang terbakar.

Penyidik Bareskrim melakuka penyegelan lahan yang terbakar pada 7 September lalu seluas 4,25 hektare. Sekaligus memasang baliho dimulainya penyidikan lengkap dengan nomor laporan polisi.

"Selain memanggil seluruh manajemen perusahaan, kita akan memanggil ke mabes seluruh kepala dinas, seluruh bupati yang wilayahnya terdapat kebakaran lahan dan hutan," kata Irjen Fadil Imran saat konperensi pers ketika itu.

Pihaknya akan berkoordinasi dan mendorong pemerintah daerah untuk tidak menerbitkan izin atau menghentikan sementara proses penerbitan IUP perusahaan yang terjerat karhutla hingga proses penyidikan selesai. (Tribunpekanbaru.com/johannes wowor tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved