Mengenal Kanker Serviks bersama dr. Amru Sofian

Dr.Amru Sofian memaparkan Kanker serviks berbeda dari kanker yang sering terjadi pada umumnya. Perbedaan itu terlihat pada penyebab dari kanker

Mengenal Kanker Serviks bersama dr. Amru Sofian
istimewa
Dr.Amru Sofian, Sp.OG (K) Onk, MWALS, FFAG 

Mengenal Kanker Serviks bersama Dr. Amru Sofian

TRIBUNPEKANBARU.COM - Merujuk data Globocan yang dirilis pada tahun 2018, 50 perempuan Indonesia meninggal setiap hari karena kanker serviks. dr. Amru Sofian, Sp.OG (K) Onk, MWALS, FFAG menyebut sebanyak 88 kasus baru kanker serviks terjadi setiap harinya.

“Tingkat Kematian, Insidensi,  Prevalensi 5 Tahun Tertinggi diantara Negara-negara di Asia Tenggara,”jelas pria yang mengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Riau kepada tribunpekanbaru.com beberapa waktu lalu.

dr.Amru Sofian memaparkan Kanker serviks berbeda dari kanker yang sering terjadi pada umumnya. Perbedaan itu terlihat pada penyebab dari kanker tersebut.

“Kanker Serviks itu disebabkan oleh virus Human Papilloma Virus  (HPV) yang memiliki lebih dari 100 strain (tipe) virus. Virus HPV yang menjadi penyebab terbanyak kanker serviks adalah virus HPV tipe 16 dan 18,”ujarnya.

Guna mencegah hal ini, kata Amru melanjutkan, berdasarkan rekomendasi WHO adalah dengan  vaksinasi HPV sebagai pencegahan utama penyakit terkait HPV.

Baca: Belum Genap Seminggu Duduk di Kursi Empuk Senayan, Mulan Jameela Digugat Rp10 Miliar

Baca: UNRI Gelar Pelatihan Perawatan AC, Orbitkan Calon Wirausahawan Baru Bersertifikasi Kompetensi BNSP

Nantinya, vaksinasi membantu memberikan perlindungan. Vaksinasi direkomendasikan tanpa melihat aktivitas seksual seseorang atau paparan sebelumnya terhadap HPV. Vaksinasi direkomendasikan bahkan bila pasien tersebut positif pada tes HPV DNA4.

“Kepada wanita, disarankan pemberian vaksin dimulai dari rentang usia 9 hingga 45 tahun. Sebaiknya, vaksin ini dilakukan sedini mungkin karena daya imunitas anak di usia tersebut masih bagus, dan pencegahan baik dilakukan sebelum melakukan hubungan seksual. Sedangkan untuk pria disarankan usia 9-45 tahun dengan menggunakan vaksin yang mencakup 4 strain/tipe virus,”papar Dia.

Pemberian vaksin untuk wanita usia kurang dari 14 tahun dan belum pernah melakukan hubungan seksual dianjurkan sebanyak 2 dosis (2 kali pemberian) dengan jarak pemberian adalah 6 bulan dari vaksin pertama.

Baca: HUT ke-74 TNI, Jokowi Janji Tingkatkan Tunjangan Kinerja Prajurit 80 Persen Tahun Depan

Baca: Buzzer, Sekelompok Orang tak Jelas Identitasnya, Begini Cara Kerjanya

Sedangkan untuk wanita di atas 14 tahun dan/atau sudah pernah melakukan hubungan seksual, dosis yang dianjurkan sebanyak 3 kali pemberian dengan jarak 2 bulan dan 6 bulan dari pemberian vaksin pertama.

“Sementara untuk ciri-ciri kanker serviks biasanya ada beberapa gejala. Seperti frekuensi buang air kecil meningkat, pembengkakan di salah satu tungkai, keluar urine atau fases dari vagina, pendarahan vagina yang tidak normal dan sebagainya,”kata Dr Amru.

Meski begitu, beberapa ciri di atas bisa juga disebabkan oleh penyakit atau kondisi lain.

Oleh karena itu, bagi wanita yang sudah aktif berhubungan seksual, disarankan melakukan pap smear. Setidaknya tiga sampai lima tahun sekali, atau ikuti anjuran dokter.

“Mendeteksi kanker serviks sejak dini penting dilakukan. Sebab, semakin dini kanker terdeteksi, maka harapan sembuh dari kanker serviks lebih tinggi. Disamping itu, vaksinasi HPV untuk pencegahan kanker serviks penting untuk Anda dapatkan. Oleh sebab itu, jika terdapat tanda gejala di atas, jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter,”tutup Dr Amru.

Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved