Tekan Penyebaran HIV/Aids, Polres Dumai Kumpulkan Pekerja Hiburan Malam

Para pekerja hiburan malam di Dumai seperti LC karaoke dan terapis, diajak mengikuti diskusi yang membahas penyebaran HIV/Aids di Dumai.

TRIBUNPEKANBARU/DONI KUSUMA PUTRA
Para pekerja hiburan malam seperti LC karaoke dan terapis, mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Polres Dumai, Selasa (8/10) 

tribunpekanbaru.com - Polres Dumai melalui Satuan Binmas, mengundang seratusan lady companion (LC) karaoke, tempat hiburan, dan terapis yang ada di Dumai. Mereka diundang ke Gedung Citra Waspada Polres Dumai, Selasa (8/10).

Para penggiat hiburan malam dan terapis ini dikumpulkan untuk mengikuti kegiatan focus group discussion (FGD), guna menekan penyebaran penyakit HIV/Aids di Kota Dumai.

Terlihat para LC karaoke, tempat hiburan malam, dan trapis serius mendengarkan arahan yang disampaikan dokter umum RS Bhayangkara, Affandi Zulkarnain, dan Kanit Kamsa Polres Dumai, Aipda Arifin.

Setelah memberikan penyuluhan dan pemahaman kepada para LC dan terapis, dokter umum RS Bhayangkara, Affandi Zulkarnain mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan melalui Satbinmas Polres Dumai untuk menekan penyebaran penyakit HIV/Aids di Kota Dumai.

Menurutnya, kalangan paling rentan mengalami penyebaran penyakit HIV/Aids di Dumai adalah para pekerja di hiburan malam atau LC, dan terapis. Pasalnya, mereka lah yang langsung berhubungan dengan orang-orang yang bisa saja sudah terkontaminasi virus mematikan tersebut.

Pada FGD tersebut, pihaknya menyarankan kepada LC, terapis, dan profesi sejenis lainnya yang ada di seluruh Kota Dumai, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan agar mengetahui apakah tertular virus HIV atau tidak.

Affandi berharap kepada seluruh peserta FGD untuk berhati-hati terhadap penyebaran penyakit HIV, karena para pekerja hiburan malam sangat berisiko dan rentan terkena penyakit yang belum ada obatnya ini.

"Selalu gunakan alat kontrasepsi jika memang akan melakukan hubungan badan dengan para lelaki yang bukan suami, karena penyebaran penyakit ini sangat rentan menular dengan cara berhubungan badan," terangnya.

Affandi menyebut, para peserta FGD tidak perlu takut memeriksakan diri, karena penyakit ini sangat berbahaya. "Jangan menunggu lama untuk memeriksakan diri. Lebih baik terdeteksi lebih dini untuk dilakukan penindakan," katanya mengingatkan.

Seorang LC karaoke peserta FGD yang tidak ingin disebutkan namanya, mengaku sangat terbantu dengan adanya FGD ini, karena banyak pengetahuan yang didapat dari kegiatan tersebut.

"Memang kami ini sangat rentan dan berisiko tertular penyakit HIV/Aids. Kami juga banyak mendapatkan langkah-langkah dalam mencegah penyebaran penyakit ini. Semoga saja kami dijauhkan dari penyakit ini," harapnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved