Pengamat Media Sosial Ungkap Peran Media Mainstream Populerkan Buzzer, 'Harusnya Berisi 3 Kicauan'

Ismail Fahmi menjelaskan kini hampir setiap partai politik ataupun pemimpin politik punya pasukan cyber army.

Pengamat Media Sosial Ungkap Peran Media Mainstream Populerkan Buzzer, 'Harusnya Berisi 3 Kicauan'
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Pengamat Media Sosial Ungkap Peran Media Mainstream Populerkan Buzzer, 'Harusnya Berisi 3 Kicauan' 

Menjadi bahaya kata Ismail, ketika isu-isu penting harus tertutupi oleh agenda buzzer yang diikuti oleh media mainstream.

Hal inilah kata Ismail yang menjadi bahaya bagi demokrasi Indonesia.

“Misal ada masalah lingkungan hidup memang tidak terlalu seksi, padahal itu penting, tapi isu itu terhimpit, jadi yang rugi masyarakat sendiri,” jelas Ismail.

Baca: Ramalan Zodiak Besok Kamis 10 Oktober 2019, Ada Zodiak Besok Temukan Tambatan Hati (Video)

Jika media mainstream ikut terjebak dengan pola isu yang dibuat buzzer, maka kata Ismail, masyarakat tidak menerima haknya untuk mendapatkan isu penting selain pertarungan politik semata.

Ismail menjelaskan, pengerahan cyber army atau buzzer hampir dikerahkan oleh seluruh partai politik di Indonesia.

Umumnya mereka ialah partai-partai baru yang mengincar suara milenial.

“Partai-partai baru mereka sadar ini anak-anak milenial sehingga disitu mereka bergerak efektif,” jelas Ismail.

Ia sepakat dengan pernyataan Moeldoko yang mengajak seluruh pemimpin politik untuk menertibkan pasukan buzzernya.

Sebab kata Ismail, mereka masih tetap memiliki fungsi asalkan digunakan untuk hal-hal positif seperti mengangkat permasalahan yang bersentuhan dengan kepentingan masyarakat langsung.

“Saya sangat sepakat dengan Pak Moeldoko agar mengajak buzzer bermain dengan benar, saya fikir akan membawa arahan sangat bagus ke depan,” kata Ismail.

Halaman
1234
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved