Breaking News:

Sudah 52 Kali Beraksi, Pelaku Curanmor Mengaku Cuma Butuh 5 Detik untuk Sikat Satu Motor

Polsek Tampan menciduk seorang pria yang mengaku sudah 52 kali melakukan curanmor. Dia hanya butuh 5 detik untuk membawa kabur satu motor.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: rinaldi
Tribun Pekanbaru/Rizky Armanda
Kanit Reskrim Polsek Tampan, Iptu Koko F Sinuraya saat menginterogasi tersangka curanmor berinisial Fras, Jumat (11/10). Fras mengaku sudah 52 kali beraksi dan berhasil membawa kabur 40 motor. 

tribunpekanbaru.com - Tim opsnal Unit Reskrim Polsek Tampan, berhasil meringkus terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bernama Fras (27 tahun). Pria ini mengaku sudah beraksi sebanyak 52 kali di Pekanbaru, khususnya di wilayah Kecamatan Tampan.

Fras mengaku seorang diri setiap kali beraksi, dan sudah berhasil menggasak 40 unit sepeda motor berbagai jenis.

Salah satu aksinya dilancarkan pada Minggu 21 Juli silam. Korbannya ketika itu adalah seorang perempuan muda bernama Citra (19 tahun). Sepeda motor korban hilang saat di parkir di taman kampus UNRI.

Kapolsek Tampan, AKP Juper Lumban Toruan melalui Kanit Reskrim Iptu Koko F Sinuraya menjelaskan, dalam aksinya, warga Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar ini, hanya bermodalkan sebuah kunci T. Dia tergolong mahir, karena sekali beraksi hanya butuh waktu sekitar 5 detik saja. Sepeda motor pun berhasil dikuasai dan dibawa kabur.

"Modus operandinya, dia ini mendatangi tempat parkiran motor, berkeliling mencari sepeda motor yang tidak ditutup kontak magnetnya. Kemudian dia jebol pakai kunci T, cuma 5 detik," sebut Iptu Koko, saat ekspos kasus, Jumat (11/10).

Dikatakan, motor yang jadi incaran Fras adalah jenis matic merk Honda Beat, dan jenis sepeda motor bebek lainnya. Setelah sukses melakukan pencurian, sepeda motor kemudian dijual ke luar daerah dengan harga murah, sekitar Rp2 juta per unit.

"Di jual ke daerah Sumbar lewat perantara orangtuanya berinisial A. Tapi A belum bisa kita proses karena kemarin sakit, sempat koma dua minggu. Sekarang sedang rawat jalan. Kita masih pantau, jika sudah sehat nanti kita proses," paparnya.

Koko menuturkan, awalnya Fras beraksi bersama seorang rekannya berinisial Has. Namun Has diketahui sudah meninggal dunia karena sakit.

Koko lantas mengimbau masyarakat, jika memarkirkan sepeda motor agar menggunakan penutup magnet pada kunci kontak. "Selain itu gunakan kunci ganda. Pastikan sepeda motor di parkir di tempat aman," ujarnya.

Selain mengamankan Fras, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti sebuah tas merah berisi kunci Y, dua ujung kunci T, serta tiga sepeda motor merk Honda Beat tanpa pelat nomor diduga hasil curian. (rzk)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved