Kamis, 28 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Deteksi Dini Gangguan Pendengaran dan Ikuti Tips Penggunaan Earphone yang Aman

Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya gangguan pendengaran, ini 7 di antaranya:

Tayang:
Editor: Ariestia

3. Infeksi atau kotoran. Kondisi ini dapat menyumbat rongga telinga.

4. Trauma, terutama retaknya tulang telinga atau pecahnya gendang telinga.

5. Obat-obatan. Beberapa obat tercatat dapat menimbulkan gangguan baik sementara atau permanen, di antaranya aspirin, antibiotik streptomycin, dan obat-obat kemoterapi, misalnya cisplatin dan cyclophosphamide.

6. Penyakit. Penyakit jantung, hipertensi, dan diabetes dapat mengganggu suplai darah ke telinga.

7. Keturunan.

‘’Sebaiknya lakukan pemeriksaan sejak dini, sejak bayi baru lahir melalui skrining. skrining hanya menunjukkan ada atau tidaknya respon terhadap rangsangan dengan intensitas tertentu pada pendengaran seseorang dan tidak mengukur derajat gangguan pendengara,’’ ujar dr Ariel..

Skrining pendengaran pada bayi baru lahir ini untuk mendeteksi adanya ketulian agar dapat ditangani segera jika memang terbukti ada gangguan. Sehingga dampak cacat pendengaran pun dapat diminimalisir.

Nantinya, hasil skrining pendengaran bisa dijadikan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis gangguan pendengaran pada bayi umur tiga bulan. Gangguan pendengaran pada bayi dan anak ini bisa menyebabkan gangguan bicara, berbahasa, kognitif, masalah sosial, dan emosional.

Selain melalui skrining, pemeriksaan audiometri juga merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk mengetahui tingkat/ambang batas pendengaran seseorang dan jenis gangguannya bila ada. Pemeriksaan dilakukan dengan memakai alat audiogram nada murni di dalam ruang kedap suara.

Kegunaan audiometri ini untuk mengetahui derajat ketulian ringan, sedang atau berat untuk mengetahui jenis tuli konduktif, tuli syaraf (sensorineural) atau tuli campuran. Baik pemeriksaan OAE maupun audiometri sedianya bukan hanya ditujukan pada bayi saja namun juga pekerja yang terpapar kebisingan setiap harinya.

Saat ini banyak usia muda yang mengalami gangguan pendengaran. Hal ini dikarenakan penggunaan headset. Bahaya headset dari mendengarkan portable music player (PMP), seperti MP3 player, bisa membuat telinga cedera. Itu terjadi jika kita terlalu sering memakai earphone atau headphone bervolume tinggi.

Pada kesempatan itu, dr Ariel memaparkan bahaya headset bagi pendengaran

1. Kerusakan permanen pada telinga

Bahaya menggunakan headset yang pertama. Hal ini terjadi bila telinga sudah tidak kuat lagi menanggung beban suara keras dari earphone yang langsung terhubung dengan lubang telinga, biasanya, hal ini terjadi pada mereka yang masih berusia muda atau remaja.

2. Kehilangan pendengaran di usia 20-an

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved