Berita Riau

Tim Satgas Penertiban Lahan Ilegal Garap Lima Perusahaan Perkebunan Tak Kantongi Izin di Riau

Tim Satgas Penertiban Lahan Ilegal garap lima perusahaan perkebunan tak kantongi izin di Riau, tepatnya di daerah Rokan Hulu dan Kampar

Tim Satgas Penertiban Lahan Ilegal Garap Lima Perusahaan Perkebunan Tak Kantongi Izin di Riau
tribun pekanbaru
Tim Satgas Penertiban Lahan Ilegal Garap Lima Perusahaan Perkebunan Tak Kantongi Izin di Riau. Wagubri Edy Natar didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Riau, Ervin, usai memberi pengarahan kepada Satgas Terpadu Penertiban Lahan Ilegal di Kantor Dinas LHK Riau, Rabu (6/11). 

Tim Satgas Penertiban Lahan Ilegal Garap Lima Perusahaan Perkebunan Tak Kantongi Izin di Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -  Tim Satgas Penertiban Lahan Ilegal garap lima perusahaan perkebunan tak kantongi izin di Riau, tepatnya di daerah Rokan Hulu dan Kampar.

Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Penertiban Penggunaan Kawasan Hutan/Lahan Secara Ilegal Provinsi Riau mulai melakukan penertiban terhadap sejumlah perusahaan perkebunan di Riau yang tidak mengantongi izin pada Rabu (6/11/2019).

Silahkan baca juga berita Riau hari ini >>>

PENGUMUMAN Seleksi CPNS 2019 Kuansing, Klik www.kuansing.go.id dan Pantau Grup WhatsApp Kecamatan

 MISTERI Penemuan Celana Dalam dan Baju Penuh Bercak Darah di Riau, Ada Banyak Bercak Darah di Lantai

 NGOTOT Ngutang Rp 4.4 Triliun, Gubri Syamsuar Bakal Yakinkan Wakil Rakyat, Walau Sempat Ditolak

 Pasangan Ilegal di Riau Diduga Kumpul Kebo di Wisma, Gadis Remaja Terjaring Operasi Yustisi di Hotel

Tim yang dikomandoi oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution ini sudah mengantongi setidaknya ada lima perusahaan perkebunan yang tidak mengantongi izin di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) dan Kampar.

Namun Edy belum bersedia membeberkan nama-nama perusahaan yang sudah menjadi target tersebut.

"Saat ditanyai perusahaan mana saja, Edy Nasution masih merahasiakannya. Biar tim bekerja dulu, yang pasti ada 5 perusahaan di Kampar dan 5 perusahaan di Rohul," kata Wagubri Edy Natar usai memberikan pengarahan kepada Tim Satgas penertiban lahan ilegal di Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Rabu (6/11/2019).

"Kita sudah menurunkan tim sebagai mata dan telinga untuk mendapatkan data akurat di lapangan. Data awal 99,9 persen sudah benar," imbuhnya.

Penertiban perusahaan yang menggarap lahan secara ilegal ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Presiden RI Joko Widodo dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Perusahaan ditingkat daerah dibentuk tim khusus yang memburu para perusahaan yang melakukan aktifitas perkebunan di kawasan lahan dan hutan secara ilegal.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved