Berita Riau

Camat Tualang Siak Riau Bakal Bongkar Lapak di Segitita Pipa Caltex Km 4 Perawang

Para pedagang kaki lima setempat diberi tenggat waktu sampai 20 November 2019. Jika tidak membongkar sendiri maka Pemcam Tualang turun tangan.

Camat Tualang Siak Riau Bakal Bongkar Lapak di Segitita Pipa Caltex Km 4 Perawang
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
ILUSTRASI-BONGKAR LAPAK 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Tualang bakal membongkar paksa lapak pedagang yang berjualan di bilangan segitiga Pipa Caltex Km 4 Perawang.

Pembongkaran itu dilakukan untuk menjaga keindahan dan keasrian lingkungan sekitar.

Para pedagang kaki lima setempat diberi tenggat waktu sampai 20 November 2019. Jika tidak membongkar sendiri maka Pemcam Tualang turun tangan untuk membongkarnya.

Pedagang kaki lima pun kaget dengan ancaman tertulis yang dilayangkan Camat Tualang Zalik Effendi. Mereka bingung mau pindah atau tetap bertahan.

"Kalau pindah ke mana nak pindah, karena kami sudah lama berdagang di sini," kata Edi, seorang pedagang kaki lima, Kamis (7/11/2019).

Menurut dia, seharusnya camat mencarikan solusi agar mata pencarian pedagang tidak hilang. Sebab, para pedagang hanya mencari uang untuk kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.

"Kami hanya sekadar mencari makan. Apakah tak ada lagi jalan lain agar kami masih bisa berdagang di sekitar sini," pinta dia.

Ancaman camat itu tertuang pada surat imbauan nomor: 300/TIB-KT/589 yang ditandatangani langsung oleh Camat Tualang Zalik Effendi, SSos. Surat itu sudah disampaikan kepada para pedagang.

Dalam surat itu dijelaskan, di lokasi itu akan dibangun taman kota. Alasan berikutnya demi menjaga keindahan dan keasrian kota industri Perawang.

Padahal kawasan itu merupakan milik BOB PT Bumi Siak Pusako (BSP)-Pertamina Hulu. Di kawasan itu memang sudah lama diwacanakan untuk pembangunan taman, namun pembangunan tak kunjung dilaksanakan. Akhirnya dihuni oleh pada pedagang kaki lima.

Pada surat imbauan itu, camat meminta pedagang segera membongkar lapaknya. Kemudian pedagang disuruh pindah ke pasar rakyat, yang letaknya lebih jauh dan sepi.

Pasar Rakyat Tualang itu dibangun pada 2018 dengan dana APBN Rp 5,39 miliar. Karena pasar itu tidak diminati pedagang, pihak Pemcam Tualang panik sehingga memaksa pedagang kakilima pindah ke pasar itu.

"Kita kasih waktu hingga tanggal 20 November 2019, apabila tetap bertahan disitu, kita akan membongkar paksa," ungkap Camat Zalik Effendi kepada media. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved