Harga Karet di Kuansing Mulai Naik. Kini Sudah Rp 8.960 Per Kilogram
Harga karet di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada pekan pertama bulan November ini beranjak naik di angka Rp 8.960 per kilogram.
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Hendra Efivanias
TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Harga karet di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) pada pekan pertama bulan November ini beranjak naik.
Harga karet saat ini hampir menyentuh angka Rp9.000 per kilogram.
"Harga karet saat ini sudah Rp 8.960 per kilogram," kata Ketua Asosiasi Petani Karet Kuantan Singingi (Apkarkusi) Sepriadi, Kamis (7/11/2019).
Sepriadi menceritakan, harga karet di Kuansing sempat turun drastis.
Ini terjadi awal Oktober lalu dimana kala itu harga karet dibanderol Rp8.430 per kilogram.
Bila dibandingkan harga karet akhir September yang mencapai Rp9.002 per kilogram, harga awal Oktober sangat turun drastis.
• Dompet Dhuafa Riau Luncurkan Produk Olahan Jamur Tiram
"Saat itu harga karet dunia memang sedang turun juga. Penetapan harga di Kuansing kan ngikut dunia," ujarnya.
Penentuan harga karet di Kuansing dilakukan melalui proses lelang.
Pelelangan hasil kebun karet sendiri dilakukan pada Senin setiap pekannya.
• Satu Pelamar Calon Pimpinan Bank Riau Kepri Mundur
Sehingga harga terbaru karet akan diketahui setiap Senin.
Sistem pelelangan ini sendiri dimulai sejak Juli tahun lalu.
Seluruh pengurus kelompok tani/Unit Pengolahan dan Pemasaran BOKAR (UPPB)/gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang melaksanakan pemasaran karet secara bersama bersama.
Melaksanakan pemasaran Bokar dengan sistem lelang secara bersama dan serentak dengan menetapkan satu pemenang lelang dan satu harga pada satu waktu dan satu tempat yang bersamaan.
Penetapan harga bersamaan dengan perwakilan perusahaan.
Sepriadi mengatakan setelah turun drastis, harga karet perlahan merangkak naik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/menakik-getah-karet-pohon-karet.jpg)