HIV AIDS di Riau

HIV AIDS di Riau Tidak Pandang Bulu, Tenaga Profesional Medis pun Ikut Terjangkit

Yang tidak kalah mengejutkan lagi, kasus HIV AIDS di Riau ternyata tidak pandang bulu.

HIV AIDS di Riau Tidak Pandang Bulu, Tenaga Profesional Medis pun Ikut Terjangkit
Shutterstock
Ilustrasi 

HIV AIDS di Riau Tidak Pandang Bulu, Tenaga Profesional Medis pun Ikut Terjangkit

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus HIV AIDS di Riau semakin mengkhawatirkan dan tidak pandang bulu.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, menyebutkan faktor penularan HIV AIDS di Riau paling banyak disebabkan akibat dari aktivitas heteroseksual, untuk rentang waktu dari 2011 sampai dengan Agus 2019.

Selanjutnya diikuti perilaku homoseksual, penggunaan narkotika alat suntik, ibu ke anak serta melalui transfusi darah.

Penderita HIV AIDS di Riau paling banyak ditemukan di Kota Pekanbaru, menyusul kemudian Dumai.

"Sedangkan dari sisi wilayah yang paling banyak itu di Kota Pekanbaru dan Dumai," ujarnya.

Mimi mengungkapkan, dari sisi pekerjaan, ibu rumah tangga menempati posisi ketiga penderita HIV Aids.

Sedangkan yang terbanyak adalah karyawan kemudian wiraswasta, serta PNS, Petani dan Peternak.

Yang tidak kalah mengejutkan lagi, Mimi mengungkapkan, kasus HIV Aids ternyata tidak pandang bulu.

Penyakit ini bahkan sudah menjangkiti tenaga profesional medis.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved