Selasa, 5 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kades di Kabupaten Ini Didemo Warga Hingga Pingsan, Dituding Tutupi Kasus Perselingkuhan

Memanasnya gejolak di masyarakat kembali berlanjut pada Jumat (15/11/2019) ketika pihak Kecamatan Bancak mengundang perangkat desa

Tayang:
Kompas.com
Warga demo Kades hingga pingsan 

Memanasnya gejolak di masyarakat kembali berlanjut pada Jumat (15/11/2019) ketika pihak Kecamatan Bancak mengundang perangkat desa.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kepala Desa (Kades) Bantal Kecamatan Bancak Kabupaten Semarang, Suparman pingsan saat tahu warga mendatangi kantornya pada Senin (8/12/2019) siang.

Suparman pingsan sebelum sempat menemui warga yang berdemo di depan kantornya.

Sang Kades ini harus menjalani perawatan di Puskesmas Bancak.

Warga menuntut penindakan tegas bagi Sekretaris Desa (Sekdes) dan Kepala Seksi (Kasie) Pemerintahan Desa Bantal yang berselingkuh.

"Awalnya sudah dilakukan pertemuan antara Kades, perangkat desa, BPD (Badan Permusyawaratan Desa, red), dan tokoh masyarakat pada Selasa (5/11/2019) di Warung Makan Karebet Salatiga.

Hasilnya yang bersangkutan diminta mundur dari jabatan atau mengundurkan diri karena alasan norma kesusilaan, etika, hukum, dan adar di Desa Bantal karena sebagai priyayi di masyarakat dianggap gagal menjadi panutan masyarakat," terangnya.

 

Adi menjelaskan demo ini dipicu oleh tertangkapnya Sukron dan Roussullaini oleh adik kandung Rous bernama Rohmatun di Hotel Ungaran Cantik kamar nomor 101 pada Kamis (31/10/2019) sekitar pukul 12.00.

Rohmatun menghubungi perangkat Desa Bantal untuk datang ke Ungaran agar menyelesaikan dan menasihati keduanya.

Pasalnya, ketika terpergok berada di hotel berdua, keduanya menampik tuduhan melakukan hubungan seksual, namun karena mengantarkan Rous yang mengeluh tidak enak badan.

Karena tak ingin terjadi kehebohan di hotel, Sukron dan Rous mengajak ke Warung Makan Lombok Ijo Ungaran untuk klarifikasi pada perangkat desa yang datang.

Saat itu keduanya mengakui perbuatannya dan meminta maaf atas yang telah dilakukan.

Menurut keterangan Adi, keduanya mengakui telah melakukan perselingkuhan dan menjelaskan sebab, akibat, dan dampak atas perselingkuhan yang dilakukan.

"Setelah dijelaskan adanya perselingkuhan, Kades justru meminta agar masalah ditutup asal yang Sukron dan Rous mau berubah sikap dan Kades ingin agar tidak ada gejolak di masyarakat," tambahnya.

Namun nyatanya gejolak di masyarakat tetap ada karena pada Rabu (6/11/2019), Kades tidak melaksanakan kesepakatan yang telah dilakukan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved