Sebanyak 47 Bidan dan Seorang Dokter Dicari Polisi, Diduga Terlibat & Mempromosikan Praktek Aborsi

Sebanyak 47 Bidan dan Seorang Dokter Dicari Polisi, Diduga Terlibat & Mempromosikan Praktek Aborsi

Sebanyak 47 Bidan dan Seorang Dokter Dicari Polisi, Diduga Terlibat & Mempromosikan Praktek Aborsi
.
Sebanyak 47 Bidan dan Seorang Dokter Dicari Polisi, Diduga Terlibat & Mempromosikan Praktek Aborsi 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Polisi masih memeburu puluhan bidan yang diduga terlibat dalam praktek dan mempromosikan aborsi.

Selain itu juga seorang dokter tengah dicari polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Setidaknya ada 47 bidan yang masuk dalam pencarian kepolisian.

Adapun dokter yang sedang dicari polisi yakni yang berinsial S

Sehari Bisa 10 Kali Aborsi, Polisi Buru Dokter dan Bidan Klinik Aborsi Ilegal di Jakarta

Terungkap Klinik Aborsi Ilegal, Sudah Tangani 903 Pasien, Janinnya Dibuang ke Septic Tank

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, dokter S menggantikan peran dokter A alias MM untuk membantu menggugurkan janin para pasiennya.

Pasalnya, dokter A diketahui sedang sakit selama tiga bulan terakhir sehingga dia tidak dapat beraktivitas di Klinik Paseban.

//

"Dokter S ini kita sedang lakukan pengejaran. Dokter S inilah yang telah melakukan tindakan aborsi di sana (Klinik Paseban) setelah mendapat pasien dari bidan yang ada," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).

Proses aborsi bayi.
Proses aborsi bayi. (Live Action/YouTube)

Yusri mengungkapkan, polisi juga mecari keberadaan sekitar 47 bidan yang turut mempromosikan praktik aborsi di Klinik Paseban.

Saat ini, polisi telah mengamankan tiga bidan. Ketiganya juga sudah berstatus tersangka atas kasus praktik aborsi ilegal.

Para bidan yang dibantu 100 orang calo merupakan kaki tangan dokter A untuk mempromosikan praktik aborsi ilegal.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved