Sri Mulyani Ancam Tarik Dana 13,5 Triliun dari BPJS Kesehatan Jika Iuran Peserta Mandiri Batal Naik

Sri Mulyani Ancam Tarik Dana 13,5 Triliun dari BPJS Kesehatan Jika Iuran Peserta Mandiri Batal Naik

KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA
Sri Mulyani Ancam Tarik Dana 13,5 Triliun dari BPJS Kesehatan Jika Iuran Peserta Mandiri Batal Naik 

Sri Mulyani Ancam Tarik Dana 13,5 Triliun dari BPJS Kesehatan Jika Iuran Peserta Mandiri Batal Naik

TRIBUNPEKANBARU.COM, JAKARTA - Dalam Rapat Gabungan anggota DPR  meminta agar iuran untuk peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri BPJS Kesehatan batal dinaikkan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun menanggapinya.

Dana Rp 13,5 triliun yang sudah disuntikkan ke BPJS Kesehatan untuk membayarkan iuran peserta Penerima Bantuan Iuran ( PBI) pemerintah pusat dan daerah yang naik dari Rp 23.500 menjadi Rp 42.000 bisa saja ditarik kembali, Sri Mulyani mengatakan.

Sejumlah warga antre mendaftar BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan)
Sejumlah warga antre mendaftar BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Pasalnya, BPJS Kesehatan berada dalam kondisi keuangan defisit mencapai Rp 32 triliun di 2019.

"Jika meminta Perpres dibatalkan maka Menkeu yang sudah transfer Rp 13,5 triliun 2019 saya tarik kembali," ujar Sri Mulyani ketika memberikan penjelasan kepada anggota DPR di Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019).
Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Sri Mulyani mengatakan dalam memberikan jaminan sosial kepada masysarakat, pemerintah juga perlu  memerhatikan kondisi keuangan negara.

Ditambah lagi, pemberian jaminan sosial terutama dalam hal kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan.

Namun demikian, BPJS Kesehatan sebagai lembaga yang memberikan pelayanan tersebut justru mencatatkan defisit sejak 2014.

"Sejak program jaminan sosial dilaksanakan 2014 BPJS terus mengalami defisit dengan tren semakin besar tiap tahun. Itu semua harus diakui karena fakta."

"Tahun 2014 defisit Rp 9 triliun, kemudian disuntik Rp 5 triliun. Tahun 2016 turun Rp 6 triliun dan disuntik Rp 6 triliun," ujar dia.

BPJS Kesehatan Nunggak Rp 15 Triliun.
BPJS Kesehatan Nunggak Rp 15 Triliun. (TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO)
Halaman
12
Editor: Hendri Gusmulyadi
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved