BUMD Masih Menyusu di APBD, DPRD: Sebaiknya Dibubarkan Saja
Kalangan legislatif mengusulkan agar BUMD yang tidak sehat dibubarkan.
Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Hendra Efivanias
Syamsuar menegaskan, keberadaan BUMD seharusnya menjadi sumber pundi-pundi pendapatan bagi daerah.
Bukan justru sebaliknya, menghabiskan dana daerah untuk menghidupi BUMD di Riau.
Apalagi selama ini pencapaian dari BUMD belum menggembirakan.
“Banyak pekerjaan rumah yang harus kita jalani untuk BUMD ini. Kita ingin nantinya malam menjalankan BUMD lebih profesional,” ujar Syamsuar.
Evaluasi yang saat ini dijalani gubernur dimulai dengan perombakan jajaran pimpinan di BUMD.
Pertama yang dievaluasi adalah komisaris di BUMD.
Dimana sejauh ini BUMD yang ada di Riau ini komisarisnya dijabat oleh pejabat yang bukan dari pejabat Pemprov.
“Kita membenahinya dulu dari komisarisnya dari pejabat. Sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri, komisaris BUMD itu dari pejabat Pemprov, setelah komisaris baru kita benahi pimpinan direksinya. Sekarang yang sudah jalan itu baru BRK, tinggal menunggu hasilnya. Menyusul nanti BUMD yang lain,” katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgio)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/ilustrasi-tribun-baru_20161230_092519.jpg)