Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

VIDEO: Harimau Sumatera Mati Terkenak Jerat Babi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Mariska mengatakan, kawasan itu memang merupakan habitat harimau yang berdekatan dengan Kawasan Hutan Lindung Seluma. Lokasi itu sekaligus merupakan

Editor: David Tobing

Aparat Kepolisian Resor Seluma masih menyelidiki kasus penemuan seekor harimau betina yang tewas terkena jerat, Kamis (20/2/2020). Hingga kini, polisi telah memeriksa tiga saksi.

Aparat Kepolisian Resor Seluma, Bengkulu, masih menyelidiki kasus penemuan seekor harimau betina yang tewas terkena jerat, Kamis (20/2/2020).

Hingga kini, polisi telah memeriksa tiga saksi. Namun, petunjuk yang mengarah ke pelaku perburuan masih gelap.

Harimau berusia dua tahun itu tewas dengan luka jerat pada bagian leher. Harimau dengan panjang 190 sentimeter dan tinggi 70 cm itu diperkirakan sudah mati lebih dari 3 hari sebelum ditemukan.

Lokasi penemuan bangkai harimau berada di kawasan Hutan Produksi Terbatas Bukit Badas, Desa Selingsingan, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Kepala Polres Seluma Ajun Komisaris Besar (Pol) I Nyoman Mertha Dana mengatakan, aparat telah melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan bangkai harimau. Pada jarak sekitar 10 meter, aparat menemukan satu buah jerat harimau aktif dengan umpan babi.

“Saksi yang kami periksa adalah warga sekitar,” kata I Nyoman saat dihubungi dari Bandar Lampung, Jumat (21/2/2020).

Menurut dia, warga sekitar mengaku tidak mendengar suara auman harimau maupun orang asing yang masuk ke dalam hutan.

Mereka mengaku hanya mencium bau busuk di sekitar lokasi sampai akhirnya menemukan bangkai harimau tergeletak di tanah.

Dari hasil pemeriksaan saksi, polisi belum dapat menyimpulkan siapa pelaku perburuan itu.

Pasalnya, polisi tidak menemukan petunjuk lain di tempat kejadian. Namun, dari jerat yang digunakan, polisi menduga pelaku memang merupakan sindikat pemburu harimau.

Dari jerat yang digunakan, polisi menduga pelaku memang merupakan sindikat pemburu harimau.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Seluma BKSDA Bengkulu Mariska mengatakan, petugas telah menguburkan bangkai harimau itu di dekat kantor BKSDA Bengkulu.

Hal itu dilakukan setelah petugas mengambil sampel DNA dan corak loreng untuk keperluan identifikasi.

“Harimau dikubur karena sudah mengeluarkan bau yang menyengat,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved