VIDEO: Harimau Sumatera Mati Terkenak Jerat Babi, Polisi Lakukan Penyelidikan
Mariska mengatakan, kawasan itu memang merupakan habitat harimau yang berdekatan dengan Kawasan Hutan Lindung Seluma. Lokasi itu sekaligus merupakan
Menurut dia, petugas BKSDA pertama kali mendapat laporan adanya harimau tewas dari warga dan aparat kepolisian pada Rabu (19/2/2020) malam. Namun, petugas baru tiba di lokasi pada Kamis untuk melakukan evakuasi.
Menurut dia, lokasi penemuan harimau merupakan kawasan hutan sekunder yang ditanami pepohonan dan semak belukar.
Lokasi penemuan berjarak sekitar 3 kilometer dari permukiman warga. Akses menuju kawasan merupakan jalan berbatu.
Perdagangan satwa
Mariska mengatakan, kawasan itu memang merupakan habitat harimau yang berdekatan dengan Kawasan Hutan Lindung Seluma. Lokasi itu sekaligus merupakan daerah rawan perburuan satwa.
Pada 2019, Polres Seluma pernah mengungkap kasus perburuan dan perdagangan harimau dengan barang bukti kulit harimau. Selain itu polisi juga menyita barang bukti berupa senjata api yang diduga digunakan untuk berburu.
Sunarni Widyastuti selaku Koordinator Regional Sumatran Tiger Project Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) mengatakan, patroli rutin dan pemasangan kamera jebak di hutan dinilai penting untuk mengurangi resiko perburuan liar. Jika tim patroli rutin dilakukan, petugas dapat mengantisipasi adanya jerat dan deteksi dini jika ada satwa yang terkena jerat.
Selain mendorong pemerintah dan lembaga pemerhati satwa untuk lebih memprioritaskan patroli khusus pembersihan jerat di hutan, sosialisasi pada masyarakat tentang perlindungan kawasan hutan dan satwa kunci juga perlu ditingkatkan. Masyarakat sekitar hutan menjadi ujung tombak bagi pengamanan satwa kunci dan perburuan liar.