Pasien Suspek Virus Corona

7 PASIEN Suspect Virus Corona di Riau, Pasien Suspek di Dumai Membaik dan Boleh Dikunjungi Keluarga

7 pasien suspect virus corona di Riau tersebar di empat daerah yakni di Pekanbaru, Dumai, Bengkalis dan Indragiri Hilir, khusus kondisi pasien suspek

Penulis: Donny Kusuma Putra | Editor: Nolpitos Hendri
Tribun Pekanbaru/Ilustrasi/Nolpitos Hendri
7 PASIEN Suspect Virus Corona di Riau, Pasien Suspek di Dumai Membaik dan Boleh Dikunjungi Keluarga 

7 PASIEN Suspect Virus Corona di Riau, Pasien Suspek di Dumai Membaik dan Boleh Dikunjungi Keluarga

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - 7 pasien suspect virus corona di Riau tersebar di empat daerah yakni di Pekanbaru, Dumai, Bengkalis dan Indragiri Hilir, khusus kondisi pasien suspek di Dumai terus membaik dan boleh dikunjungi keluarga.

Kondisi pasien Suspek Corona yang dirawat di RSUD Dumai, terus membaik, meskipun hasil dari observasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Riau, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Riau hingga saat ini masih ditunggu oleh Dinkes Dumai.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Dumai, H. Syaiful‎, mengaku, Kondisi pasien Suspek Corona yang dirawat di RSUD Dumai, terus membaik dari hari ke hari.

‎Dirinya mengaku, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil sampel atau uji laboratorium yang dilakukan oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Riau yang kini sudah sampai ke Kementrian Kesehatan RI.

"Apapun hasilnya nanti akan disampaikan ke publik, kalau hasilnya positif maka yang akan mengumumkan dari Kementrian Kesehatan. Jika hasilnya negatif akan disampaikan juga agar masyarakat Dumai tak resah dengan kasus virus corona ini," katanya pada Senin (9/3/2020).

Meskipun demikian, kondisi pasien suspek Corona yang dirawat di RSUD Dumai hingga saat ini semakin membaik.

Bahkan pasien sudah bisa dijenguk oleh pihak keluarga dengan mengacu pada SOP diruangan isolasi.

"Tetap bisa di jenguk oleh keluarga, tapi dengan APD yang lengkap, semoga hasilnya negatif," harapnya.

‎Saat ditanya, berapa lama hasil sampel bisa diketahui, Syaiful menambahkan hal tersebut belum diketahui, dan juga belum ada jawaban kearah situ.

"Kita mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan selalu cuci tangan dalam setiap melakukan aktivitas agar virus tak mudah menempel ke tubuh melalui mulut, hidung dan mata," katanya lagi.

Terkait ciri ciri korban suspek virus corona yang dirawat di RSUD Dumai mirip penderita corona, Syaiful menambahkan tak semua yang kena virus corona dalam kondisi sakit atau demam tinggi, tetapi ada juga yang tak demam namun hasil sampel dia menderita virus corona.

"Sebelum hasil sampel keluar, maka pasien virus corona yang dirawat di RSUD Dumai akan terus menjalani perawatan sesuai dengan SOP," tambahnya.

Syaiful memastikan, untuk proses pelayanan di RSUD tetap berjalan sebagaimana mestinya, dalam artian tidak ada permasalahan, dan pasien RSUD tetap bisa mendapatkan pelayanan.

"Ruang Isolasi kita letakan di Ruang belakang ‎yang memang aktifitas pasien lainya tidak terganggu, kita juga sudah siapkan satpam untuk berjaga di sana, agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan," sebutnya.

Sementara, ‎Ardian warga Dumai Kota yang mengantarkan saudaranya ke RSUD Dumai, mengaku tidak terlalu was-was untuk berobat di RSUD.

"Saya sempat baca juga sih bang, tapi kan RSUD ‎Dumai sudah menjalankan perawatan sesuai SOP, jadi ya gak takut lah bang, apalagi ruangannya juga tidak berdekatan dengan ruang pelayanan di depan ini," jelasnya.

Ardian berharap, virus Corona bisa segera hilang, dan yang katanya suspek‎ Corona di Dumai, semoga hasilnya negatif.

"Ya mudah mudahaan negatif lah, biar kita gak was-was dan panik," pungkasnya.

7 PASIEN Suspect Virus Corona di Riau

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau mengumumkan ada tujuh pasien suspect virus corona di Riau, terbaru di Bengkalis, pernah kontak dengan tamu dari Malaysia.

"Di Provinsi Riau sampai hari ini ada tujuh pasien yang suspek covid-19," kata Mimi saat jumpa pers dengan sejumlah awak media di Kantor Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Jalan Cut Nyak Dien pada Senin (9/3/2020).

Tujuh pasien suspect virus corona tersebut masing-masing dirawat di ruang isolasi RSUD Arifin Ahmad sebanyak empat orang.

Kemudian di RSUD Dumai, Tembilahan dan Bengkalis masing-masing satu orang.

Dari tujuh pasien suspect virus corona tersebut pihaknya menelusuri rekam jejak perjalanannya.

Ternyata sebagian besar pasien sempat melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Ada yang sempat menginap di Malaysia kemudian kembali ke Indonesia. Ada juga yang bekerja sebagai tukang bongkar muat barang di kapal yang dari luar negeri, ada yang dari Hongkong ada juga yang dari Singapora dan dari Malaysia ke Dumai," katanya.

Begitu juga dengan pasien suspect virus corona yang saat ini dirawat di ruang Isolasi RSUD Tembilahan.

Pasien tersebut merupakan ABK Kapal yang sempat singgah di Malaysia dan yang berangkutan juga sempat pergi ke pasar di Malaysia.

Selain itu ada juga pasien suspect virus corona ini yang diketahui pernah menginap di Malaysia karena sempat tertunda saat akan berangkat Umroh.

Lalu ada juga pasien suspect virus corona di Riau yang merupakan asisten rumah tangga di Riau yang kontak dengan tamunya dari Malaysia.

Lalu pasien tersebut deman dan menunjukkan gejala yang mirip dengan dengan Covid-19.

"Ada juga pasien yang pulang dari Umroh, yang dirujuk oleh KKP. Kemudian ada juga yang rujukan dari salah satu rumah sakit ke RSUD Arifin Ahmad, dan yang terakhir di Bengkalis, pernah ke Malaysia," ujarnya.

Seluruh pasien suspek virus corona di Riau tersebut sudah diambil sampelnya dan sudah dikirim ke laboratorium Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jakarta.

Pihaknya masih menunggu hasil uji lab yang dilakukan oleh Litbangkes Kemenkes RI di Jakarta.

"Seluruhnya masih dalam masa observasi, dan kondisinya baik. Seluruhnya sudah diambil sampelnya dan sampai saat ini kita masih menunggu hasil uji lab nya dari Libtangkes.

Jumlah sampel yang diuji cukup banyak, jadi kita tidak bisa memastikan berapa lamanya, biasa normalnya 2 sampai tiga, paling lama seminggu itu sudah diumumkan, tapi kita tetap akan menunggu hitam diatas putihnya," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengimbau kepada masyarakat Provinsi Riau agar jangan terlalu panik berlebihan menyikapi virus Corona.

Namun masyarakat tepat waspada dan melakukan upaya pencegahan dimulai dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

"Kami imbau masyarakat tak perlu panik. Pak Presiden juga sudah mengimbau agar masyarakat tenang," kata Syamsuar, Minggu (8/3/2020).

Menyikapi merebaknya virus Corona, Syamsuar menyarankan agar masyarakat tetap menjaga kesehatan.

Jika merasa kurang sehat lebih baik istirahat dulu, sampai kondisi badan pulih.

Selain itu, masyarakat juga harus membiasakan diri untuk melakukan pola hidup bersih dengan mencuci tangan setelah memegang benda.

Banyak mengkonsumsi buah dan sayur.

"Yang penting kita menjaga kesehatan dengan hidup bersih, dan makan makanan sehat. Kemudian jangan lupa sering cuci tangan setelah memegang benda," ujarnya.

Selain itu, Syamsuar juga menyarankan agar masyarakat tak perlu memborong masker.

Apalagi memborong makanan di mal seperti yang terjadi di Jakarta.

Sebab masker itu bukan dikhususkan untuk masyarakat yang sehat. Namun untuk pasien yang sakit agar tidak menular ke orang lain.

"Kita tak perlu panik, yang panting berdoa kepada Allah SWT agar semua segala sesuatunya kita kembalikan kepada Allah," katanya.

Sementara terkait pencegahan virus Corona di Riau, Syamsuar mengklaim untuk pencegahan Corona sudah berjalan.

Tim yang sudah dibentuk di tingkat provinsi dan kabupaten/kota sejauh ini diklaim sudah melakuka sosialisasikan ke rumah sakit di daerah agar bisa menyampaikan kepada masyarakat tentang antisipasi dan pencegahan penularan virus corona.

"Tim Dinas Kesehatan Riau sudah turun mengecek kesiapan rumah sakit daerah untuk penanganan virus Corona," katanya.

Sejauh ini ada tiga rumah sakit rujukan untuk Corona yang ditunjuk Kementerian Kesehatan yakni RSUD Arifin Achmad Riau, RSUD Tembilahan dan RSUD Dumai.

Ketika ada masyarakat yang diduga atau suspect corona bisa dibawa ke tiga rumah sakit tersebut.

"Untuk membuktikan pasien kena Corona tidak mudah, tapi harus melalui cek labor kesehatan di Kemenkes. Di sana lah yang akan membuktikan pasien suspect terkena virus Corona atau tidak," ujarnya.

FAKTA Pasien Suspect Virus Corona yang Dirawat di RSUD Bengkalis

Direktur RSUD Bengkalis Ersan Saputra membenarkan adanya satu pasien suspect virus corona di rawat di RSUD Bengkalis.

Pasien yang dirawat ini hasil diagnosa awal menderita pneumonia atau radang paru paru.

Perlakuan perawatan pasien suspect virus corona diperlakukan kepada pasien ini karena pasien sebelumnya baru pulang dari Malaysia.

"Saat ini pasien tersebut dirawat di ruang isolasi RSUD Bengkalis," ungkap Ersan Saputra.

Selain itu pihak Dinas Kesehatan Riau juga sudah datang kemarin ke RSUD Bengkalis untuk mengambil sampel dari pasien ini.

Sampel ini akan di bawa untuk di pastikan apakah pasien yang kita rawat ini negatif atau positif virus corona.

Ersan mengatakan pasien yang di rawat di RSUD Bengkalis berasal dari rujukan Puskesmas Sabtu lalu.

Pasien di rujuk ke RSUD Bengkalis saat itu mengeluhkan demam, batuk serta sesak nafas.

Pasien ini mempunyai riwayat baru pulang dari daerah terjangkit yakni Malaysia.

"Makanya kita lakukan perawatan sesuai SOP pasien yang suspect corona," ungkap Ersan Saputra.

Pasien yang dirawat ini memang akan dipantau perkembangannya selama di rawat di RSUD Bengkalis.

Secara perjenjang sudah di laporkan pihak RSUD ke pemerintah Provinsi.

"Kita lihat perkembangan pasien ini setelah lima hari dan enam hari kedepan. Untuk menentukan suspect tentu harus menjalani rangkaian pemeriksaan terlebih dahulu serta sudah di ambil sampel oleh Dinas Kesehatan Provinsi untuk diteliti dan memastikan pasien terinfeksi atau tidak dengan virus corona," terang Ersan.

Kalau memang negatif tidak mungkin dilakukan perawatan terhadap pasien ini berlama lama.

Menurut Ersan dari pemeriksaan epidemologi di lakukan dinas Kesehatan pasien ini memang dari awal sudah punya penyakit bawaan, yakni radang paru paru.

Ersan selaku Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis meminta agar masyarakat Bengkalis tidak perlu risau dan resah.

Pihak rumah sakit sedang melakukan penanganan yang maksimal terhadap pasien sesuai dengan SOP yang ada.

Saat ini Ersan sedang berada di Pekanbaru, karena ada undangan dari Gubernur Riau untuk membahas terkait masalah virus corona ini.

"Besok pagi kita bersama kabupaten lain akan membahas masalah corona ini dengan Gubernur Riau," terang Ersan.

Menurut dia, dalam waktu dekat pihaknya akan menyampaikan dengan awak media terkait kondisi pasien ini.

Rencananya setelah pulang dari pertemuan dengan Gubernur Riau nantinya.

Sempat Beredar Nota Dinas Penanganan Pasien Suspect Virus Corona di Bengkalis

Warga Bengkalis dihebohkan dengan foto sebuah nota dinas berkop RSUD Bengkalis yang ditujukan kepada petugas RSUD Bengkalis terkait adanya pasien suspect virus corona di rawat di RSUD Bengkalis.

Dalam nota dinas tersebut meminta tenaga medis yang ditunjuk untuk melakukan perawatan terhadap pasien suspect corona sejak tanggal surat di keluarkan.

Nota dinas tersebut bertulisan dari Direktur RSUD Bengkalis.

Pada bagian bawa nota dinas tersebut tertulis nama Plt RSUD Bengkalis Ersan Saputra.

Menjadi janggal nota dinas tertanggal 7 Maret ini tidak di bumbui tanda tangan Plt RSUD Bengkalis.

Bahkan pada nomor surat juga masih dalam keadaan kosong.

Nota dinas ini sempat beredar di media sosial warga Bengkalis, Sabtu sore.

Saat di konfirmasi Plt Direktur RSUD Bengkalis Ersan Saputra membantah telah mengeluarkan nota dinas tersebut.

"Hoax nota dinas yang beredar tersebut, tidak benar entah siapa yang membuatnya," terang Ersan Saputra, saat dikonfirmasi tribun, Minggu (8/3) pagi.

Menurut dia, dirinya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk membuat nota dinas untuk perawatan pasien suspect corona.

Jadi nota dinas yang beredar bukan dikeluarkan RSUD Bengkalis.

Meskipun demikian, Ersan mengatakan saat ini memang ada satu pasien yang di rawat di RSUD Bengkalis dari rujukan Puskesmas dengan keluhan demam, batuk serta sesak nafas.

Pasien ini mempunyai riwayat baru pulang dari daerah terjangkit yakni Malaysia.

"Makanya kita lakukan perawatan sesuai SOP pasien suspect virus corona. Namun kalau nota dinas tidak ada kita keluarkan," ungkap Ersan Saputra.

Artinya petugas yang bertugas sesuai Tupoksi masing masing, perawat menjalankan tugas keperawatannya.

Begitu juga petugas lainnya tanpa nota dinas tetap melaksanakan tugas seperti biasa.

Sementara itu, pasien yang dirawat ini memang akan dipantau perkembangannya selama di rawat di RSUD Bengkalis.

Secara perjenjang sudah di laporkan pihak RSUD ke pemerintah Provinsi.

"Kita lihat perkembangan pasien ini setelah lima hari dan enam hari kedepan. Untuk menentukan suspect tentu harus menjalani rangkaian pemeriksaan terlebih dahulu," terang Ersan.

Kalau memang negatif tidak mungkin dilakukan perawatan terhadap pasien ini berlama lama.

Menurut Ersan dari pemeriksaan epidemologi di lakukan dinas Kesehatan pasien ini memang dari awal sudah punya penyakit bawaan, yakni penyakit paru paru.

"Hari Senin nanti akan di klarifikasikan oleh Dinas Kesehatan, kita sedang melakukan penyelidikan epidemologi dari pasien tersebut," tambahnya.

Ersan selaku Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis meminta agar masyarakat Bengkalis tidak perlu risau dan resah.

Pihak rumah sakit sedang melakukan penanganan yang maksimal terhadap pasien sesuai dengan SOP yang ada.

"Nota Dinas yang beredar di masyarakat kemarin tidak perlu dianggap karena itu hoax," tandasnya.

Pasien Suspek Virus Corona - Tribunpekanbaru.com / Donny Kusuma Putra.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved