Minggu, 12 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

KISAH WNI di Mesir: Sempat Diteriaki Corona oleh Warga, Sekarang Ini yang Terjadi. . .

Imbas wabah Covid-19 di Mesir antara lain mengakibatkan banyak usaha bisnis sampingan mahasiswa Indonesia terhenti.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Update Info Covid-19 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Warga Negara Indonesia di Mesir sempat diteriaki "corona," oleh masyarakat di sana. Kini, mereka sudah saling simpati.

Bantuan telah diberikan oleh Duta Besar Indonesia di Kairo Helmy Fauzi.Helmy bercerita pada awal merebaknya virus corona atau Covid-19 di Mesir, sempat terjadi insiden pelecehan terhadap beberapa warga dari Asia di Mesir.

"Termasuk WNI, seperti diteriaki “corona”. Ada juga kejadian kendaraan umum yang tak mau mengambil penumpang mahasiswa dari Asia ataupun WNI," kata Helmy kepada Tribun, Jumat (10/4/2020).

Helmy menjelaskan kejadian itu bukan merupakan suatu gejala yang meluas. Hanya ada beberapa kasus dan saat ini sudah tak terdengar lagi ada kasus pelecehan tersebut.

Sebaliknya, kata Helmy, saat ini ada simpati dan bantuan yang diberikan oleh warga Mesir kepada mahasiswa WNI yg mengalami kesulitan akibat dampak pandemi coronan"Mereka memberi bantuan makanan dan ada jg yang memberi bantuan uang saku," tutur Helmy.

Bikin Gaduh, Ternyata Ini Alasan Beberapa Pria Ini Lakukan Aksi Vandalisme, Kini Mereka Diperiksa

Dulu Disegani, Jenderal Polisi Ini Banting Stir Jadi Petani, Ngaku Kini Hidupnya Nikmat

Mahasiswa di Mesir Diberikan Bantuan Paket Sembako dan APD

Sementara itu KBRI Kairo telah bekerja sama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) di Mesir, melakukan pendataan. Kepada mahasiswa Indonesia  yang mengalami dampak ekonomi akibat  wabah Covid-19 yang melanda dunia termasuk Mesir.

"Dari sekitar 7.586 mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Universitas Al Azhar dan universitas lainnya di Cairo, terdapat sekitar 1.424 mahasiswa yang berhasil didata dan masuk kategori membutuhkan bantuan," tutur Helmy.

Bantuan itu, kata Helmy, merupakan tahap pertama khususnya untuk 210 mahasiswa yang mendapatkan prioritas untuk dibantu, termasuk 25 mahasiswa yang telah berkeluarga.

"Paket sembako tersebut terdiri dari 5 kg beras, 3 kaleng tuna, mie instan, minyak goreng dan gula," ucap Helmy.

Tak Suka Ada Warga Kampungnya Pulang saat Corona, Pengasuh Rafthar Lapor Bupati: Orangnya Marah

BREAKING NEWS: Pasien Positif Virus Corona di Riau Bertambah 3, Total 16 Orang 

Jenazah Perawat Covid-19 Ditolak Warganya, Ganjar Pranowo Minta Maaf: Virusnya Mati Dalam Tanah

Tahapan selanjutnya akan mencakup seluruh mahasiswa yang membutuhkan. Pemberian bantuan paket sembako rencananya akan dilakukan beberapa kali hingga situasi dianggap normal kembali.

Selain bantuan logistik, ucap Helmy,mereka juga diberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada PPMI untuk digunakan ketika berinteraksi atau memberi bantuan jika ada mahasiswa Indonesia yang berstatus suspect/PDP atau ODP.

Sebagai informasi, sejak diumumkan kasus Covid-19 pertama di Mesir pada tanggal 14 Februari 2020, jumlah total kasus wabah virus Corona di Mesir telah mencapai lebih dari 1.500 kasus dalam waktu hampir 2 (dua) bulan.

Kebijakan-kebijakan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 telah diterapkan oleh Pemerintah Mesir yaitu antara lain pemberlakuan jam malam (curfew), penghentian penerbangan penumpang komersil internasional, dan meliburkan sekolah dan perguruan tinggai termasuk Universitas Al Azhar.

Imbas wabah Covid-19 di Mesir antara lain mengakibatkan banyak usaha bisnis sampingan mahasiswa Indonesia terhenti.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved