Sabtu, 9 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

VIDEO Viral Uji Efektifitas Masker Scuba, Tiup Api Langsung Padam, Begini Penjelasan Ahli!

Masker kain dengan bahan yang lentur seperti scuba, pada saat dipakai akan terjadi streching atau perenggangan bahan

Tayang:
Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM-– Viral sebuah postingan video yang diunggah oleh akun Facebook Nür Aidäh Mädjidiñ yang menampilkan seseorang menguji efektifitas masker scuba.

Pengujian efektifias masker scuba yang dilakukan seseorang dalam video tersebut adalah dengan cara meniup pada korek api.

Ia membandingkan masker scuba dengan beberapa masker yakni masker bedah bermerk, masker bedah biasa, masker kain gratis yang di dalamnya diberi lapisan tisu, dan masker scuba.

Jadi masker kain 2 lapisan terus tengahnya ada tempat buat naruh tissue sepertinya lebih baik untuk digunakan ya ^^ #dirumahsaja," tulisnya sambil melampirkan sebuah video.

Pria tersebut terlihat menguji masker dengan cara memakai masing-masing masker kemudian saat menggunakan masker-masker tersebut dia meniup untuk mencoba mematikan api.

VIDEO Viral Warga Mamuju Beri Semangat Pasien Virus Corona, DPRD Mamuju: Ini Perlu Dikampanyekan

Hasilnya, saat penggunaan masker N95, masker bedah bermerk, masker bedah biasa dan masker kain yang di dalamnya diisi tisu, api dari korek api tidak padam saat ditiup.

Akan tetapi saat menggunakan masker scuba, api dari korek api dapat padam.

Postingan tersebut sampai dengan hari ini telah di-like lebih dari 2,2 ribu kali dan dibagikan ulang lebih dari 18 ribu kali. Lantas bagaimana pandangan ahli tentang masker scuba, termasuk cara pengujian masker dengan cara meniupkannya pada korek api?

Terkait hal tersebut Kompas.com mencoba menghubungi Dr.Eng. Muhamad Nasir, Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih (LPTB ) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang saat ini juga tengah melakukan penelitian terkait teknologi untuk masker.

Pihaknya menjelaskan pada dasarnya pengujian kinerja utama pada masker dilakukan melalui beberapa tahapan yakni: Uji filtrasi bakteri (bactrial filtration efficiency) Uji filtrasi partikulate (particulate filtration efficiency) Uji permeabilitas udara dan pressure differential (breathability dari masker) Adapun pengujian secara ditiup sebetulnya hanya menunjukkan permeabilitas udara yang mengalir, semakin besar pori bahan suatu masker maka permeabilitas atau aliran udara semakin besar.

VIDEO: Viral Puluhan Bule Pesta di Tengah Wabah Virus Corona, Buat Warganet Marah!

Meski demikian, dia sepakat jika cara tersebut tetap dapat dipakai masyarakat untuk menguji kualitas masker yang mereka beli. “Iya (cara yang dapat dipakai ) Itu sebagai indikator awal saja,” terangnya saat dihubungi Kompas.com Selasa (14/04/2020).

Dia juga menyampaikan masker kain dengan bahan yang lentur seperti scuba, pada saat dipakai akan terjadi streching atau perenggangan bahan sehingga kerapatan dan pori kain membesar serta membuka yang mengakibatkan permeabilitas udara menjadi tinggi.

Akibatnya, peluang partikulat virus untuk menembus masker pun disebutnya semakin besar. “Jika pori kain makin besar maka peluang virus masuk akan besar,” ungkapnya.

Meski demikian Nasir menyampaikan, bahwa masker kain meskipun ia tak memiliki kerapatan layaknya masker N95 ataupun masker bedah tetapi secara umum masker kain tetap memiliki kemampuan penyaringan yakni sekitar 50 sampai dengan 80 persen.

Jenazahnya Terlanjur Dimandikan, Sudah Tahlilan 7 Hari, Dikira Sakit Jantung Ternyata Positif Corona

Namun yang perlu diperhatikan adalah terkait dengan pemilihan bahan yang digunakan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved