Terjadi Penembakan Massal di Tengah Pandemi Virus Corona, Seorang Polisi Dilaporkan Tewas
Pelaku diduga menyamar sebagai polisi. Ia menembak sebanyak 10 orang yang tak bersalah. Peristiwa ini terjadi di tengah pandemi virus corona
TRIBUNPEKANBARU.COM- Terjadi penembakan di tengah pandemi virus corona. Pelakunya menyamar sebagai polisi sebelum membunuh sebanyak 10 orang.
Pelaku sejauh ini belum terkonfirmasi apakah sudah ditangkap atau tewas pada sebuah serbuan yang dilakukan kepolisian.
Namun yang dilaporkan seorang petugas turutbmenjadi korban yang tewas pada insiden berdarah tersebut.
Pelaku sudah teridentifikasi namun belum diketahui keberadaannya pasca melakukan serangkaian penembakan yang menyebakan beberapa orang tewas.
• Beredar Video TNI/POLRI Difitnah, Sebut Penembakan Karyawan PT Freeport Karena Rebutan Periuk Nasi
• Mantan Karyawan PT Freeport, Tersangka Makar, Bantu KKB Papua Lakukan Penembakan Karyawan
• LBH Pekanbaru : Segera USUT TUNTAS Kasus Penembakan Warga Sipil Oleh Anggota Polres Meranti

Penembakan massal berlangsung di Provinsi Nova Scotia, Kanada, pada Sabtu (18/4/2020).
Si pelaku disebut melakukan aksinya setelah terlebih dahulu menyamar sebagai polisi, dengan insiden itu berada di kota Portapique.
Salah satu dari 10 korban tewas dalam penembakan itu adalah anggota perempuan Royal Canadian Mounted Police, dengan satu koleganya terluka.
Brian Sauve, Presiden Serikat federasi Polisi Nasional menyampaikan duka karena mereka kehilangan satu petugas dalam penembakan Kanada ini.
Penembakan massal itu terjadi pada Sabtu di kota yang berlokasi 128 km dari Halifax, sebagaimana diwartakan Sky News Minggu (19/4/2020).
Terdapat laporan bangunan dan mobil polisi terbakar, tetapi sejauh ini belum terkonfirmasi. Penegak hukum meminta warga mengunci rumah mereka.
• Penembakan bukan Penyerangan oleh KKB, Inilah yang Menyebabkan Sertu La Ongge Meninggal Dunia
• Penembakan Gencar KKB dari Arah Perkampungan, Brimob dan 2 Warga jadi Korban, Yang Lihat Berhamburan
Salah satu warga, Christine Mills, mengungkapkan pasukan bersenjata berpatroli di jalanan kota, dengan helikopter dikerahkan untuk mencari pelaku.
Aparat mengatakan, pelaku yang diidentifikasi bernama Gabriel Wortman (51) juga membunuh orang di lokasi lain tanpa terungkap apa motifnya.
Petugas bagian operasi kriminal RCMP Nova Scotia, Chris Leather, menuturkan Wortman berpakaian polisi. Tapi, tak jelas apakah dia menyamar setelah menembak korbannya.
Wortman disebut ditahan di sebuah stasiun pengisian BBM, tapi dia disebut sudah tewas. Laporan bahwa dia ditembak mati belum terverifikasi.
Menteri Utama Nova Scotia, Stephen McNeil, menyebut aksi tersebut sebagai salah satu tindakan kekerasan tak masuk akal sepanjang sejarah provinsi mereka.
"Saya tak pernah membayangkan saya akan pergi tidur, dan bangun dengan kabar buruk bahwa ada penembak tengah berkeliaran di tempat saya," ujar dia.
• 8 Tewas 5 Kritis, Penembakan Terjadi di Sebuah Bar di Jerman, Seorang Pelaku Melarikan Diri
• VIDEO DETIK-DETIK Penembakan Brutal di Thailand, Disiarkan Live Lewat Facebook

Penembakan massal itu dideskripsikan sebagai kejahatan terburuk di Kanada sejak pembunuhan 15 perempuan yang terjadi Montreal, 1989 silam.
"Kejadian ini akan membekas pada benak publik selama beberapa tahun ke depan," cetus Lee Bergerman, komandan di RCMP Nova Scotia.
Peristiwa itu memilukan itu sampai ke telinga Perdana Menteri Justin Trudeau, yang menyampaikan doa dan belasungkawa bagi para korban.
Wortman dilaporkan sebagai tukang pasang gigi tiruan, berdasarkan situs Persatuan Ahli Pasang Gigi di Nova Scotia.(*)
Penembakan Kanada Tewaskan 10 Orang, Pelaku Menyamar Jadi Polisi
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Penembakan Kanada Tewaskan 10 Orang, Pelaku Menyamar Jadi Polisi
• Aksi Penembakan Terjadi di Papua, Rombongan Bus Karyawan PT Freeport Ditembak KKB, Tidak Ada Korban