Pelalawan

Dituntut Pidana Denda Rp 60 M, PT SSS Sampaikan Pledoi dalam Sidang Perkara Karhutla di Pelalawan

PT SSS menyampaikan pledoi dalam sidang perkara Karhutla di PN Pelalawan Riau pada Selasa.

Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Direktur Utama PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS) Eben Ezer Lingga membacakan pledoi pada sidang lanjutan perkara Karhutla di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan, Selasa (21/4/2020) sore lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - PT Sumber Sawit Sejahterah (SSS) menyampaikan pledoi dalam sidang perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan Riau pada Selasa (21/4/2020) sore lalu.

Sidang lanjutan ini dipimpin oleh Bambang Setyawan SH MH sebagai hakim ketua yang juga Ketua PN Pelalawan, didampingi Rahmat Hidayat Batubara SH MH dan Nurrahmi SH MH sebagai hakim anggota.

Sedangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Rahmat Hidayat SH. Terdakwa korporasi PT SSS diwakilkan Direktur Utama (Dirut) Eben Ezer Lingga dan didampingi pengacaranya H Makfuzat Zein SH MH.

Pledoi awalnya dibacakan penasihat hukum PT SSS Makfuzat Zein dan didengarkan para pihak, termasuk Dirut Eben Ezer di kursi pesakitan.

Dalam nota pembelaannya, perusahaan perkebunan itu bersikukuh tidak bersalah atas Karhutla yang terjadi pada awal tahun 2019 itu. Kemudian meminta kepada majelis hakim untuk dibebaskan ataupun diringankan dari tuntutan JPU.

Selanjutnya, Dirut Eben Ezer juga menyampaikan pledoinya yang dibacakan dengan sikap berdiri didepan hakim. Ia menyampaikan PTSS tidak mempunyai niat sama sekali untuk melakukan pembakaran lahan dengan tujuan apapun.

Niat baik telah tercermin dalam fakta-fakta persidangan dan bukti-bukti yang sampaikan. Diantaranya mencegah terjadinya kebakaran lahan dan melakukan tindakan pengendalian dengan cepat jika ada Karhitla di luar areal.

"Niat baik kami yang kuat tercermin dari sosialisasi, SOP Karhutla, SOP pembukaan lahan, patroli melalui darat, menara api dan drone. Kemudian menyediakan peralatan dan personil Damkar serta memberikan Insentif ke desa-desa sekitar jik tidak terjadi Karhutla," beber Eben.

Karhutla yang terjadi pada 23 Februari 2019 di Blok I43 yang awalnya ada kegiatan perintisan lahan oleh masyarakat dan mengakui bahwa mereka masuk ke areal tanpa izin seperti pada BAP dan fakta-fakta persidangan.

Alwi Omri Harahap saat itu sebagai Pelaksana tugas estate manager bersama-sama Tim Damkar segera melakukan pemadaman dan melaporkan ke Polsek, Polres, dan pemerintah setempat setempat.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved