Senin, 13 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Hashtag #BupatiKlatenMemalukan Jadi Trending Twitter Nomor 1, Kenapa Ya?

Bermula saat Sri Mulyani membagikan handsanitizer berstiker gambar dirinya, muncul hastag #BupatiKlatenMemalukan masih menjadi trending di twitter

Editor: Nurul Qomariah
TribunSolo.com/Eka Fitriani
Bupati Klaten, Sri Mulyani kepada wartawan di lingkungan Pemkab Klaten, Selasa (8/10/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KLATEN - Hastag #BupatiKlatenMemalukan masih menjadi trending di media sosial Twitter, Rabu (28/4/2020).

Sebanyak 34 ribu lebih cuitan menjadikan nama Sri Mulyani trending nomor 1.

Hal tersebut bermula saat Sri Mulyani membagikan handsanitizer berstiker gambar dirinya.

Namun yang menjadi masalah, sebagian dari handsanitizer tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

DPRD Belum Terima Hasil Laporan Penyesuaian APBD untuk Tangani Covid-19 dari Pemkab Bengkalis Riau

Api dari Lilin Sambar Kasur,Bocah 11 Tahun yang Ditinggal Sendiri Terjebak, Tewas Terbakar

Swab Pertama Wali Kota Palangkaraya Negatif karena Masa Inkubasi, Hasil Sampel Kedua Positif Corona

Lewat akun Twitter @YaniSunarno, Sri Mulyani mengatakan bahwa dirinya memang turut memberikan bantuan handsanitizer.

"Kpd seluruh netizen,
Saya sampaikan terimakasih atas saran, kritik dan masukannya
Berkaitan dgn bantuan handsanitizer kpd masyarakat,
Saya sampaikan permohonan maaf atas kesalahan yg terjadi di teknis lapangan"

"Tidak ada maksud menumpangi atau mengambil keuntungan pribadi,
karena selain mendapat bantuan dr kemensos, saya jg membuat bantuan handsanitizer sendiri yg memang ada stiker dr saya," cuitnya.

Sri Mulyani mengakui ada kekeliruan di lapangan terkait penempelan stiker tersebut pada botol hand sanitizer.

Menurutnya, seharusnya tidak semua babtuan handsanitizer ditempeli stiker gambarnya.

Sri Mulyani mengatakan, bantuan hand sanitizer dari Kemensos yang diterima hanya sekitar 1.000 botol.

Sedang pengadaan hand sanitizer tersebut ada puluhan ribu botol.

"Di lapangan mungkin ditempelin semua. Kejadiannya seperti itu," terang dia yang dikutip dari laman kompas.com.

"Dari Kemensos itu terbatas sekali. Yang dari Kemensos sangat terbatas sekali.
Tidak banyak. Justru yang banyak itu dari kami (Pemkab Klaten)," ungkapnya.

Masih dikutip dari Kompas.com, Sri Mulyani juga menyebutkan, ada beberapa hand sanitizer berstiker gambar wajahnya dibagikan kepada internal PDI-P, yakni untuk pengurus anak cabang (PAC) di 26 kecamatan.

"Ada beberapa (yang dibagikan), karena itu hanya 26 kecamatan saja. Untuk PAC," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved