Breaking News:

BPJS Mulai Hitung-hitungan Soal Cuci Darah Peserta, Tak Sebanding Dengan Besaran Iuran

Dia mencontohkan, fasilitas layanan cuci darah bagi pasien bisa dikenai biaya mencapai jutaan rupiah.

tribunpekanbaru.com / Mayonal Putra
Pj Sekdakab Siak Jamaluddin (kanan) mengikuti video conference bersama BPJS Kesehatan Siak, Selasa (5/5/2020) di lantai 2 Kantor Bupati Siak 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari membenarkan terjadinya defisit anggaran badan milik pemerintah ini.

Sebab, harga yang dibayarkan oleh peserta jauh lebih murah jika dibandingkan dengan layanan yang yang harus dibayar dengan uang sendiri.

Dia mencontohkan, fasilitas layanan cuci darah bagi pasien bisa dikenai biaya mencapai jutaan rupiah.

Sementara, iuran yang dibayarkan peserta per bulannya sangatlah rendah sehingga dinilai tak setimpal dari layanan yang diberikan.

"Padahal, biaya pelayanan kesehatan untuk cuci darah saja itu seminggu dua kali, satu kali cuci darah Rp 1 juta. Bayar iuran Rp 25.500 yang Rp 42.000-nya mau minta turun lagi jadi Rp 25.500," jelasnya, Selasa (5/5/2020).

Kendati iuran yang murah, namun fasilitas BPJS Kesehatan menurut Ani, sangatlah diminati oleh para peserta serta pihak asuransi kesehatan komersil yang tertarik bekerja sama.

"Tetapi kalau kita melihat apakah fasilitas BPJS Kesehatan itu diminati oleh fasilitas kesehatan? Ternyata iya. Karena progres fasilitas kesehatan yang bekerja sama selalu naik. Ini pun masih banyak yang mau bekerja sama," katanya.

Per 1 Mei 2020, iuran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) untuk segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) akan kembali ke biaya semula.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018, iuran ditetapkan sebesar Rp 80.000 untuk kelas 1, Rp 51.000 untuk kelas 2, dan Rp 25.500 untuk kelas 3.

Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 7P/HUM/2020 yang menyatakan membatalkan Pasal 34 Peraturan Presiden Nomor 75 tahun 2019.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BPJS Kesehatan Bandingkan Tak Sepadannya Biaya Cuci Darah dengan Iuran Peserta"

Editor: Guruh Budi Wibowo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved