Berita Riau
WASPADA, Ada Satu Kasus di Mei Ini, Dinas Kesehatan Kuansing Riau Ingatkan DBD Masih Mengancam
Ada laporan satu kasus DBD di Kecamatan Cerenti. Cuaca yang tidak menentu juga membantu munculnya kasus DBD di Kuansing Riau.
Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuansing meminta masyarakat untuk tetap waspada Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sebab, DBD masih mengancam saat ini.
Hal ini dikatakan setelah ada laporan ada kasus DBD di Kecamatan Cerenti. Memang hanya ada kasus baru-baru ini.
"Ada satu kasus di Mei ini. Di (kecamatan) Cerenti. Kita minta masyarakat tetap waspada terkait DBD ini," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kuansing, Jumardi, Senin (11/5/2020).
Dikatakannya, cuaca yang tidak menentu juga membantu munculnya kasus DBD ini. Padahal, terangnya, saat ini cuaca sudah memasuki musim kemarau.
• Abaikan Physical Distancing, Warga Berdesakan Saat Pembagian Sembako di Kejari Dumai Riau
• Polisi 5 Jam Mengintai, Polsek Batang Gansal Riau Gagalkan Pengiriman 190 Gram Sabu-sabu
• Hati-hati Serangan Gelombang Kedua Covid-19, Korsel Catatkan Kasus Baru, Infeksi di Jerman Meningkat
"Tapi masih sering hujan. Ini yang haris diwaspadai," katanya.
Ia pun meminta masyarakat tetap memperhatikan kondisi lingkungan. Sembari juga menjaga diri dari Covid-19.
Terhitung dari Januari sampai April, jumlah kasus DBD di Kuansing sebanyak 180 kasus.
Dari 180 kasus tersebut, pada Januari kasus DBD terbanyak yang ditemukan yakni 91 kasus.
Pada Februari sebanyak 31 kasus. Sedangkan di Maret sebanyak 56 kasus. Sedangkan April ini baru tercatat ada 2 kasus.
Pada 2019 lalu, ada 246 kasus DBD yang terjadi di Kuansing. Sedangkan pada 2018, jumlah kasus DBD hanya sebanyak 75 kasus.
Pada pertengahan Januari sendiri, ada dua korban DBD meninggal di Kuansing. Saat itu, jumlah kasus DBD memang sedang tinggi.
Karena tingginya kasus DBD saat itu, ditambah lagi ada dua yang meninggal, Dinkes Kuansing sempat menetapkan status Siaga 1.
"Pas pertengahan Januari itu kita tetapkan status siaga 1 DBD. Ini menyusul angka kasus tinggi dan ada dua orang yang meninggal," kata Plt kepala Dinkes Kuansing, Helmi Ruspandi, Minggu (12/4/2020) lalu.
Namun, saat Maret, status Siaga 1 DBD diturunkan. Sebab saat itu, kasus DBD mulai menurun.
( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan )