Pemerintah Marah, Pasien OTG Virus Corona yang Disuruh Pulang RS Ditemukan Meninggal di Halte Bus

Pemerintah marah setelah mengetahui seorang pria berstatus OTG ditemukan meninggal dunia di sebuah halte bus. Kondisi yang memantik perhatian warga

OLGA MALTSEVA / AFP
Petugas pemakaman mengenakan alat pelindung sedang mengubur korban koronavirus di pemakaman di pinggiran Saint Petersburg pada 6 Mei 2020. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Rumah sakit telah melakukan kelalaian menangani pasien positif virus corona. Sebab seorang pria telah meninggal dunia padahal ia masih dalam kondisi positif virus corona.

Bukan di rumah sakit ia meninggal dunia, namun di luar tepatnya di sebuah halte.

Kenyataan itu sontak memantik kemarahan warga. Apalagi diketahui pria tersebut sengaja disuruh pulang oleh pihak RS karena statusnya OTG dan menunjukkan gelaja ringan.

Namun siapa sangka, justru ketika lepas dari perawatan pria ini malah meninggal dunia.

Heboh-heboh tersebut sampai ke telinga pemerintah. Kematian pria tersebut diminta untuk diusut. 

Peristiwa itu terjadi di  India. Dimana seorang pria berusia 67 tahun yang postifi virus corona Covid-19 ditemukan tewas di perhentian bus.

Lokasi tersebut jauh dari rumah sakit tempatnya berobat.

Pria tersebut ternyata dipulangkan karena dianggap Orang Tanpa Gejala ( OTG) dan diminta menjalani karantina di rumah.

Memunculkan kemarahan publik karena otoritas setempat dianggap salah menanganinya.

Korban diidentifikasi bernama Gunvant Makwana, seorang warga yang tinggal di Danilimda, Ahmedabad, Negara Bagian Gujarat, India.

Halaman
123
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved