Buka-bukaan, Mantan Menhan AS Ungkap Bagaimana Donald Trump Hadapi Tukang Protes
Donald Trump bisa terpojokkan dengan pengakuan mantan Menhan AS ini. Ia bahkan buka-bukaan bagaimana Trump hadapi tukang protes
TRIBUNPEKANBARU.COM- Presiden Amerika Serikat Donald Trump semakin terdesak. Setelah aksi protes terus meluas hingga terjadi penjarahan di beberapa wilayah, ia juga mendapat kecaman dari dalam.
Seperti diketahui, gara-gara kematian George Flyod, Amerika kini dikepung aksi protes. Bahkan aksi tersebut sampai berujung pada kerusuhan dan penjarahan.
KOndisi tersebut menjadikan Donald Trump kepayahan dan harus diselamatkan.
• Tudingan Sembunyi di Bunker saat Demo, Begini Jawaban Presiden Donald Trump
• Capres Joe Biden Sebut Donald Trump Egois dan Sumber Masalah yang Semakin Meningkat
• Sri Mulyani Kenakan Pajak ke Perusahaan Digital Besar, Presiden Donald Trump Kabarnya Tidak Terima
Nah, ketitikan atas Donald Trump kini muncul dari dalam.
Mantan Menteri Pertahanan Ameriks Serikat (AS) James Mattis yang mengecam Presiden Donald Trump.
Ia mengatakan sang presiden sengaja memicu perpecahan.
Dia mengatakan dia marah dan terkejut dengan penanganan Trump atas protes yang sedang berlangsung atas kematian Afrika-Amerika George Floyd di tangan polisi.
Mattis mengecam penyalahgunaan wewenang yang dilakukan Trump dan mendukung pengunjuk rasa yang berusaha menjunjung tinggi nilai-nilai Amerika, seperti yang dilakukan mantan Presiden Barack Obama.
Namun Trump malah menyebut Mattis sebagai jenderal yang berlebihan.
Mattis berhenti pada 2018 setelah Trump memutuskan untuk menarik pasukan AS keluar dari Suriah.
Dia sebagian besar tetap diam sejak saat itu, sampai tegurannya terhadap administrasi Trump diterbitkan di majalah The Atlantic pada hari Rabu.
Menanggapi kritik baru, Trump mem-posting serangkaian tweet di mana ia mengklaim telah memecat Mattis.
"Saya tidak suka gaya "kepemimpinan" atau banyak hal lain tentang dia, dan banyak orang lain setuju," tulisnya. "Senang dia pergi!"
Perselisihan itu muncul ketika dakwaan baru diajukan terhadap semua petugas polisi yang dipecat yang hadir saat kematian Floyd di kota Minneapolis.
Tuduhan terhadap Derek Chauvin telah ditingkatkan menjadi pembunuhan tingkat dua sementara tiga perwira lainnya, yang sebelumnya tidak dikenai biaya, menghadapi tuduhan membantu dan bersekongkol dengan pembunuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/presiden-amerika-serikat-donald-trump-di-washington-dc-sabtu-1842020.jpg)