Buka-bukaan, Mantan Menhan AS Ungkap Bagaimana Donald Trump Hadapi Tukang Protes
Donald Trump bisa terpojokkan dengan pengakuan mantan Menhan AS ini. Ia bahkan buka-bukaan bagaimana Trump hadapi tukang protes
Kematian telah memicu protes besar di seluruh AS dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian besar demonstrasi selama sembilan hari terakhir berlangsung damai, tetapi beberapa telah berubah menjadi kekerasan dan jam malam diberlakukan di sejumlah kota.
"Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak mencoba untuk menyatukan orang-orang Amerika bahkan tidak berpura-pura mencoba," tulis Mattis di The Atlantic. "Sebaliknya, dia mencoba memecah kita."
"Kami menyaksikan konsekuensi dari tiga tahun upaya yang disengaja ini. Kami menyaksikan konsekuensi dari tiga tahun tanpa kepemimpinan yang matang."
Mattis juga membahas gelombang protes anti-rasisme baru-baru ini.
"Kita tidak boleh terganggu oleh sejumlah kecil pelanggar hukum," tulis Mattis.
• Trump Sebut Ada Organisasi Teroris Terkait Kerusuhan di AS, Kelompoknya Disebut Antifa, Apa Itu?
• Gegara Mark Zuckerberg Tak Mau Komentari Postingan Donald Trump, Karyawan Facebook Ancam Bosnya
"Protes didefinisikan oleh puluhan ribu orang yang bersikukuh yang bersikeras bahwa kita hidup sesuai dengan nilai-nilai kita ... sebagai sebuah bangsa."
Jenderal purnawirawan yang surat pengunduran dirinya pada Desember 2018 itu penuh dengan kritik tersirat terhadap kebijakan luar negeri presiden, juga mengutuk penggunaan militer dalam menanggapi protes.
"Saya tidak pernah bermimpi bahwa tentara akan diturunkan dalam keadaan apa pun untuk melanggar hak Konstitusional sesama warga negara mereka," katanya.
"Membawakan tanggapan kita, seperti yang kita saksikan di Washington DC, membuat konflik antara militer dan masyarakat sipil," tambahnya.
Mattis merujuk pada sebuah insiden awal pekan ini ketika para pemrotes damai dibubarkan dengan gas air mata dan peluru karet dari sebuah taman yang dekat dengan Gedung Putih.
Trump kemudian melintasi taman untuk sesi foto di sebuah gereja bersejarah yang telah rusak oleh api dalam kerusuhan.
Ini memicu kecaman tajam dari para Demokrat dan pemimpin agama, yang menuduh presiden secara agresif menargetkan para demonstran dengan tujuan berpose untuk foto.
• Massa Merengsek ke Gedung Putih Amerika Serikat, Donal Trump Sembunyi di Bunker Bawah Tanah
Reaksi Obama
Mantan Presiden Barack Obama mengatakan penting untuk menyalurkan momentum yang dibangun dalam protes baru-baru ini untuk membawa perubahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/presiden-amerika-serikat-donald-trump-di-washington-dc-sabtu-1842020.jpg)