Bupati Siak Alfedri Perluas Sawah dan Bangun Irigasi di Kampung Selat Guntung

Tahun 2019 sudah dibangun tanggul penutup dan pintu air melalui dana alokasi khusus untuk memperluas sawah di Sabak Auh, Kabupaten Siak

Foto udara dari Pemkab Siak
Lahan pesawahan di kampung Selat Guntung, kecamatan Sabak Auh terlihat direndam banjir, Selasa (9/6/2020). 
TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Warga kampung Selat Guntung, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak , masih kesusahan bertani padi.
Sebab, seluas 30 Ha lahan sawah mereka selama ini masih mengharapkan musim hujan.

Sejak 2019, Dinas PU Tarukim Siak sudah membangun pintu air dan tanggul.
Namun bangunan itu belum cukup untuk memaksimalkan potensi sawah yang ada.

Petani yang menggarap sawah itu tergabung ke dalam kelompok tani Tunas Muda. Kelompok tani inilah yang menyampaikan kendalanya kepada pemerintah.

Ketua kelompok tani Tunas Muda Kampung Selat Guntung, Safruddin mengaku senang dan menyambut baik perhatian pemerintah kepada para petani dan masyarakat.
Sebab, areal pesawahan mereka ditambah dan irigasi dibangun.

Menurutnya, program pemerintah untuk pemberdayan dan penguatan ketahanan pangan sangat serius. Safruddin mendukung agar program tersebut terus berlanjut.

"Melalui program pemerintah Siak kami merasa terbantu, kalau terealisasi dalam waktu dekat ini hasil panen kami tentu akan maksimal," kata Syafruddin, Selasa (9/6/2020).

Bupati Siak Alfedri dan Kepala Dinas PU Tarukim Siak juga telah meninjau pesawahan warga tersebut. Rencananya menambah luas sawah di sana mencapai 70 Ha.
Kemudian dibarengi dengan pembanguna sarana lain agar petani dapat memaksimalkan hasil panennya.

"Potensi sawah di kampung itu akan kita maksimalkan. Baik luas sawah yang kita tambah dan pengairan yang kita atur, termasuk teknologi pertaniannya kita benahi," kata Bupati Siak Alfedri

Ia menerangkan, dari 70 Ha potensi lahan sawahnya sudah digarap sekitar 30 Ha.
Petani yang menggarap sawah itu tergabung ke dalam kelompok tani Tunas Muda.
Kelompok tani inilah yang menyampaikan kendalanya selama ini.

"Biasanya mereka akan kesusahan menahan debit air bila musim hujan dan kekeringan bila musim kemarau. Ini harus dibenahi segera," kata dia.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pemukiman (PU Tarukim) Siak, Irving Kahar Arifin mengatakan pemerintah sudah membangun tanggul untuk menahan air dari sungai yang masuk ke area pesawahan.
Bahkan sudah dibuat saluran air sebagai pembuangan jika debit air meningkat.

"Tahun 2019 sudah dibangun tanggul penutup dan pintu air melalui dana alokasi kusus atau DAK.
Ke depan akan dibangun sistem pengairan yang lebih lengkap, dibuatkan "long storage" atau tampungan air yang panjang untuk pesawahan agar lebih efektif," kata Irving.  ( Tribunpekanbaru.com / mayonal putra)
Penulis: Mayonal Putra
Editor: rinalsagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved