Breaking News:

Kepulauan Meranti

Terinspirasi dari Masyarakat Turki Kuno, Camat di Meranti Buat Program Dorong Masyarakat Bersedekah

Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi SH meluncurkan program Gerakan Sedekah Sebutir Telur Secalung Beras bantu warga yang kurang mampu

Istimewa
Para relawan Derma Sampah RZ di Desa Banglas memilih sampah hasil sedekah warga sebelum dijual ke pengepul 

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Untuk membantu masyarakat kurang mampu, Camat Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rayan Pribadi SH tidak cetuskan inovasi baru bagi masyarakat.

Setelah beberapa program diluncurkan ditahun yang sama, tahun ini Rayan Pribadi yang juga sebagai Ketua Karang Taruna itu kembali meluncurkan program Gerakan Sedekah Sebutir Telur Secalung Beras atau lebih dikenal dengan sebutan 'Gesek Terus'.

Dikatakan Rayan program tersebut dikhususkan untuk warga yang kurang mampu yang dalam kesehariannya sangat susah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dimana bahan kebutuhan pokok berupa beras dan telur bisa dititipkan ke warung kecil.

Temui DPRD Meranti, Nelayan Desa Mengkikip Protes Penggunaan Jaring Batu Nelayan Desa Teluk Belitung

Regulasi Tengah Digodok, Minta Pelaku Usaha Sabar Jelang New Normal di Kepulauan Meranti Riau

"Program itu memang untuk membantu warga yang kurang mampu. Jadi begini, setiap warga yang berbelanja di warung-warung kecil dekat rumah bisa menitipkan uang seharga secanting beras dan sebutir telur kepada pemilik warung yang sudah melakukan kerjasama dengan pihak kecamatan. Nanti akan ada tim yang akan menjemput dalam bentuk beras dan telur di warung tersebut," ujar Rayan, Kamis (11/6/2020).

Ditargetkan, semua warung yang ada di Kecamatan Tebingtinggi akan melakukan kerjasama tersebut. Dimana bahan pokok yang disalurkan akan dibagikan setiap hari Jumat.

"Kita targetkan seluruh warung kecil yang menjual kebutuhan pokok yang berada di lingkungan warga yang ada di Kecamatan Tebingtinggi. Nanti akan ada tim kecamatan yang akan menjemput sedekah itu di warung-warung setiap hari Kamis, dan hasil sedekah itu akan di kumpulkan untuk dibagi kepada warga setiap hari Jumat," ujarnya.

Rayan menjelaskan, kenapa harus di warung kecil, hal itu dimaksudkan untuk membantu pemilik warung agar usahanya juga bisa berjalan dengan baik. Selain itu pihaknya mendorong kepada masyarakatnya untuk saling berbagi kepada sesama.

Utang Proyek DAK Rp 46 Miliar Dibayar Menggunakan APBD Kepulauan Meranti

"Kenapa di warung- warung kecil kita lakukan, supaya kita juga harus peduli dengan pedagang kecil dekat rumah dan agar warung kecil tidak mati karena rugi usahanya tidak laku. Disamping itu kita juga mendorong agar kita semua bisa berbagi walaupun dalam keadaan susah sekalipun, karena sedekah terbaik adalah ketika kita mampu bersedekah dalam keadaan susah," ujarnya lagi.

Diungkapkan Rayan, program ini terinspirasi dari tradisi Turki kuno, dimana bersedekah dalam bentuk roti. Dimana warga Turki memiliki kebiasaan untuk membeli dua roti, tapi hanya mengambil satu roti untuknya.

Warung sedekah ibu-ibu gapura Lampung Utara, ada sayuran hingga baju gratis
Warung sedekah ibu-ibu gapura Lampung Utara, ada sayuran hingga baju gratis (Tribunlampung.co.id/Anung)

Sedangkan satu roti sisanya dititipkan pada si penjual untuk diberikan kepada siapapun yang membutuhkan. ini dilakukan tanpa orang yang membutuhkan ini tahu siapa pemberinya.

"Intinya kita mengajak masyarakat untuk berbagi saat memiliki rezeki. Melebihkan uang belanjanya atau barang belanjanya kepada pemilik kedai untuk dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan. Secepatnya kita akan mulai sosialisasi dengan berkeliling ke warung-warung yang akan kita lakukan kerjasama. Kita juga akan menitip spanduk kecil untuk mengajak setiap individu agar mau bersedekah saat berbelanja," pungkas Rayan. (tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved