Breaking News:

Pelalawan

Perwakilan Terdakwa Tak Hadir, Hakim Tunda Sidang Perkara Karhutla PT Adei Plantation di Pelalawan

Sidang perdana diundur lantaran perwakilan dari terdakwa PT Adei tidak hadir dalam persidangan.

Tribunpekanbaru.com/Johannea Wowor Tanjung
Sidang perkara Karhutla PT Adei Plantation and Industry di Pengadilan Negeri Pelalawan ditunda lantaran terdakwa tidak hadir, Rabu (8/7/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI- Sidang Perdana Perkara Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) PT Adei Plantation and Industry di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan pada Rabu (8/7/2020) akhirnya ditunda oleh majelis hakim.

Sidang dipimpin oleh majelis hakim Bambang Setyawan SH MH sebagai hakim ketua yang juga Ketua PN Pelalawan, didampingi Rahmat Hidayat Batubara SH MH dan Joko Ciptanto SH MH sebagai hakim anggota.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) diwakili langsung Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pelalawan Nophy Tennophero SH MH didamping Rahmat Hidayat SH sebagai JPU anggota. Penasehat Hukum (PH) dari kantor hukum Sitepu Asociated yakni Muhammad Sempa Kata Sitepu SH MH didampingi rekannya Suheri SH.

Sidang perdana diundur lantaran perwakilan dari terdakwa PT Adei tidak hadir dalam persidangan. Perkara korporasi ini seharusnya dihadiri Presiden Direktur (Presdir) PT Adei Thomas Thomas sebagai perwakilan, sebagaimana mulai dari tahap penyidikan hingga pelimpahan perkara. Namun ada pergantian perwakilan direksi PT Adei untuk menghadiri persidangan.

BREAKING NEWS: Tim Gabungan dan Rayon Kecamatan Disiagakan, Dua Hari Ini Pelalawan Nihil Karhutla

"Ada pergantian perwakilan dari pihak perusahaan yang mulia. Surat kuasanya sudah kami terima dan terdakwa berhalangan hadir," terang JPU Nophy Tennophero SH MH dihadapan majelis hakim.

Nophy menjelaskan, Presdir Thomas Thomas yang awalnya mewakili korporasi dalam perkara ini digantikan oleh Goh Keng EE yang merupakan Direktur PT Adei. Untuk persidangan selanjutnya Goh Keng EE yang akan duduk di kursi pesakitan sebagai perwakilan perusahaan perkebunan kelapa sawit itu menghadapi perkara Karhutla.

"Surat pemberitahuan dari terdakwa juga sudah kami terima, bahwasanya tidak bisa hadir pada sidang perdana ini," tambah Nophy.

Alhasil majelis hakim menyusun ulang sidang dan diundur ke Rabu (15/7/2020) pekan depan. Hakim meminta JPU untuk menghadirkan terdakwa agar agenda pembacaan dakwaan bisa dilaksanakan. Selain itu jam sidang diupayakan pada pagi hari dan mengingatkan para pihak untuk hadir tepat waktu.

"Kalau yang mewakili sebenarnya siapa saja bisa. Asalkan ada surat kuasanya. Karena ini korporasi," jelas Hakim Bambang Setyawan.

Besok Sidang Perdana Perkara Karhutla PT Adei Plantation, PN Pelalawan Sudah Tunjuk Majelis Hakim

Sebelum sidang ditutup, majelis hakim memeriksa surat kuasa pengacara yang ditunjuk PT Adei, Muhammad Sempa Kata Sitepu dan rekannya serta menunjukan dokumen pendukung lainnya sebagai syarat beracara di persidangan.

Kuasa hukum PT Adei Sempa Kata Sitepu menerangkan pihaknya belum bisa berkomentar banyak terhadap perkara yang menjerat kliennya. Pasalnya belum ada pembacaan dakwaan dari JPU.

"Sekarang belum bisa statment, nanti kalau sudah dakwaan," terangnya. (Tribun Pekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: CandraDani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved