Selasa, 5 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Bukan Harimau, Ternyata Inilah Biang Kerok Matinya Kambing Warga di Wilayah Palembayan Sumbar

Setelah BBKSDA sampai di lokasi dan melakukan pemeriksaan, maka disimpulkan dugaan kuat kambing warga mati bukan diterkam harimau

Tayang:
Editor: Budi Rahmat
internet
Kambing warga di Tanah Datar, Sumbar, ditemukan mati sehari sebelum Idul Adha diduga diterkam beruang madu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Mengejutkan, kambing warga yang mati di Nagari Sungai Puar, Kecamatam Palembayan, Kabupaten Agam, Sumbar diduga diserang hewan buas, ternyata bukan harimau pelakunya.

Hal itu terungkaap setelah pihak BBKSDA mendatangi lokasi dan melihat secara detil bekas yang ditinggalkan pada kaming yang mati tersebut.

Dari pemeriksaan yang dilakukan BBKSDA, terungkap bahwa ciri-ciri yang terdapat pada kambing yang mati, dugaan kuat pelakunya seekor beruang.

Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang datang ke lokasi setelah mendapatkan laporan, menemukan fakta lain.

Berdasarkan pemeriksaan jejak yang ditinggalkan, kambing warga tersebut diduga mati dimakan beruang
Kemarin pagi, 6 Agustus 2020 pihak BKSDA mendapat laporan adanya hewan ternak warga dimakan oleh satwa liar yang saat itu diduga Harimau Sumatera.

Matinya hewan ternak warga akibat serangan hewan buas tersebut  dilaporkan oleh Wali Nagari Sungai Puar Kamis 6 Agustus 2020.

Pihak BKSDA pun langsung menuju lokasi yang dimaksud untuk memastikan satwa yang telah menyerang hewan ternak warga.

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA Resor Agam, Ade Putra saat dihubungi TribunPadang.com mengatakan kalau pihaknya sudah berada di lokasi untuk melakukan identifikasi lapangan.

"Kemarin diduga dimakan oleh Harimau Sumatera, tapi setelah melihat jejaknya diduga beruang," ujarnya, Jumat (7/8/2020).

Dikatakannya, kambing tersebut mengalami luka pada bagian perut dan leher.

"Luka oleh harimau ada bekas lobang taring dan luka cakaran memanjang. Namun, kalau beruang tidak beraturan," sebutnya.

Sedangkan, kambing warga yang mati tidak beraturan hingga dagingnya tercabik-cabik.

Kata dia, untuk mengetahui kemana satwa liar yang telah menyerang hewan ternak warga bernama Bahruni (59) itu pergi, BKSDA pun memasang kamera trap.

"Saat ini kamera sudah terpasang sebanyak 3 unit. Kami masih masih melakukan penyisiran untuk mengetahui asal arah datang dan perginya satwa tersebut," katanya.

Hewan Ternak Warga Mati

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved