Minggu, 19 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Berita Riau

Finansial hingga Jaringan Kendala Belajar Daring di Bengkalis, Banyak Daerah Tak Terjangkau Internet

Banyak kendala yang dirasakan siswa dan orangtua di Bengkalis Riau selama penerapan belajar mengajar daring

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Bengkalis Syafrizal 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kegiatan belajar dalam jaringan (daring) yang diterapkan sekolah di tingkat pendidikan SMP di tengah kondisi pandemi Covid-19 sejauh ini masih belum bisa maksimal.

Pasalnya masih banyak kendala yang dihadapi siswa dalam pelaksanaan belajar mengajar daring.

Hal ini diakui oleh Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Syafrizal kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (7/8/2020).

Menurut dia, pada prinsipnya hampir seluruh sekolah siap dalam melakukan kegiatan belajar mengajar daring ini, hanya saja yang tidak siap itu dari peserta didiknya.

DIDAKWA Rasuah 1, Miliar Dolar AS, Mantan Menteri Keuangan Malaysia Lim Guan Eng Ditangkap

Langgar Aturan, Petugas Pemutakhiran Data Gunakan Joki di Dumai dan Rohul, Pencoklitan Diulang

422 Sertifikat Tanah Dibagikan untuk Masyarakat Pekanbaru, Ada Tanah Waqaf dan Tanah untuk Gereja

Banyak kendala yang dirasakan siswa dan orangtuanya selama penerapan belajar mengajar daring.

Di antaranya mereka tidak memiliki perangkat untuk belajar daring, baik berupa laptop android dan perangkat lainnya.

Kemudian kondisi jaringan di Kabupaten Bengkalis Riau ini masih ada daerah yang tidak terjangkau internet.

Seperti terjadi di SMP 4 Kecamatan Bandar Laksamana, di sana kondisi jaringan sangat sulit.

Begitu juga daerah yang masih pelosok di Kecamatan Tualang Mandau dan Pinggir juga masih ada yang kesulitan jaringan.

"Kalau untuk sekolahnya kita siap untuk pengadaan jaringan internetnya. Namun ke masyarakatnya yang sulit karena kondisi di sana memang sulit jaringan," tambahnya

Selain itu juga, pihaknya juga menerima laporan dari orangtua siswa yang merasa kesulitan untuk menyediakan kuota internet untuk anak anaknya.

Karena kondisi finansial orangtua murid yang juga dalam keadaan sulit.

Terkait hal ini, solusi sementara yang ditawarkan pembelajaran dilakukan dengan pola luar jaringan (luring) atau perpaduan antara daring dan luring.

Pembelajaran sistem luring dengan melakukan pemberian tugas langsung kepada siswa.

"Kita terus pantau ini, pada intinya memang kendala terjadi di masyarakat, sementara untuk sekolah bisa kita akomodir keperluan mereka. Sampai saat ini secara konkrit solusi terhadap berbagai macam keluhan ini belum ada," terang Syafrizal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved