Senin, 27 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Kisah Asmara Berujung Pembakaran Rumah Berisi 1 Keluarga, Tak Digubris Saat Ajak Nikah

Tiga orang yang merupakan satu keluarga mengalami luka bakar setelah rumah di kawasan Ciputat Timur dibakar orang tak dikenal.

Editor: M Iqbal
WartaKota/Rizki Amana
Kondisi rumah yang dibakar di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Tiga orang yang merupakan satu keluarga mengalami luka bakar setelah rumah di kawasan Ciputat Timur, Tangerang Selatan diduga dibakar oleh orang tak dikenal.

Rumah di Jalan Punawarman, Pisangan, Ciputat Timur, itu dibakar pada Selasa (4/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Akibat kebakaran itu, seorang anak mengalami luka bakar 80 persen akibat kejadian tersebut.

"Ada 3 korban, suami, istri dan anak, kondisinya luka bakar anaknya parah sekitar kurang lebih 80 persen, ibu dan bapaknya luka bakar bagian wajah sama telapak tangan, bagian tangan," ujar Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahadika.

Didekati dan Ditodong Golok, Ibu Hamil Didorong Dompetnya Diambil, Begal Ditembak Polisi  

Polisi pun menyampaikan kuat dugaan rumah tinggal berisi 1 keluarga itu dibakar oleh seseorang. Pihak kepolisian menemukan fakta adanya pertikaian antara suami dan seorang pria pada malam sebelum kebakaran.

Selang dua hari setelah proses penyelidikan, akhirnya polisi berhasil mengamankan pelaku pembakaran rumah tersebut.

Pelaku pembakaran rumah berisi satu keluarga di Ciputat Timur, Tangerang Selatan berhasil diamankan pada Kamis (6/8/2020).

Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahadika menjelaskan, pelaku pembakaran merupakan seorang pria berinisial ST.

Kerangka Manusia Ditemukan di Lahan Hutan Terbakar, Ada Rambut Panjang Pada Tengkorak

Endy menyatakan, ST telah mengakui pembakaran rumah tersebut.

"ST mengakui perbuatannya," jelasnya.

Lebih lanjut Endy mengungkapkan, motif dari Sutanto membakar rumah Herman karena urusan percintaan.

tribunnews
Sutanto, tersangka pembakaran rumah di bilangan Ciputat Timur, Tangsel, saat gelar rilis di Mapolsek Ciputat, Jumat (7/8/2020). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Endy memaparkan, Herman memiliki istri bernama Sumarni. Namun hubungan mereka tidak berjalan baik hingga pisah ranjang dan sudah dalam pengajuan cerai di Pengadilan Agama Tigaraksa.

Sementara, Sutanto adalah teman SMP Sumarni yang pernah cinta monyet dan kembali bertemu pada tahun 2017.

Dikira Sudah Lupa, Pria Ini Pulang Kampung Temui Ortu, Mudah Saja Polisi Meringkusnya

Sejak saat itu, hubungan Herman dan Sumarni renggang, Sutanto masuk dan menjalin asmara.

Mulai 2017 sampai awal 2020 ini, Sutanto dan Sumarni sempat tinggal satu atap meskipun belum menikah, karena belum ada putusan cerai.

"ST (Sutanto) dan SM (Sumarni) ketemu itu di tahun 2017 kemudian di tahun 2018 bulan Mei mereka hidup bersama sampai bulan Juni 2018. Kemudian SM meninggalkan ST pelaku, kemudian kembali ketemu lagi di 2018 November sampai Januari 2019 itu hidup bersama."

"Kemudian Januari SM meninggalkan ST lagi, kembali lagi ketemu di januari 2020, jadi satu tahun dari januari 2019 sampai januari 2020 tidak ketemu, sampai hidup bersama Juni 2020 kemarin," papar Endy kepada TribunJakarta di Mapolsek Ciputat, Jumat (7/8/2020).

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved