Waduh, Daerah Ini Catat Peningkatan Pernikahan Dini, Efek Belajar Online?
Pengadilan Agama Ponorogo sendiri tidak memetakan kecamatan mana yang paling tinggi permintaan dispensasi kawin.
TRIBUNPEKANBARU.COM - Pernikahan dini meningkat secara signifikan di Kabupaten Ponorogo selama pandemi Covid-19.
Pengadilan Agama (PA) Ponorogo mencatat, selama Januari hingga Agustus 2019 ada 78 pernikahan dini.
Sedangkan tahun 2020 dalam periode yang sama sudah ada 165 pernikahan dini.
Naiknya angka tersebut, menurut Ishadi dipengaruhi banyak faktor.
Salah satunya karena sekolah yang menerapkan metode pembelajaran secara online sehingga membuat anak-anak kurang terkontrol.
• Resep & Cara Membuat Mie Goreng Oriental: Sedap Juga Untuk Sarapan Pagi Hari
• TIPS Membuat Sarapan Sederahana: Resep & Cara Membuat Soto Bandung
• LIST Harga Terbaru Hape Xiaomi Terlengkap September 2020
"Karena tidak sekolah akhirnya alasan kerja kelompok dengan temannya malah berhubungan badan," kata Ishadi, Rabu (16/9/2020).
Ishadi mengaku biasanya para wali meminta dispensasi kawin karena anaknya sudah melakukan hubungan badan dengan lawan jenis, dan bahkan sudah berbadan dua atau hamil.
"Dari para wali yang akan menikahkan anaknya, sebanyak 97 persen alasannya karena sudah terlibat hubungan badan.
Ada yang sudah telat, ada yang perutnya membesar," lanjutnya.
Selain itu, adanya UU nomor 16 tahun 2019 yang mengatur batas usia perempuan menikah dari semula 16 tahun menjadi 19 tahun juga mempengaruhi naiknya angka pernikahan dini tersebut.
• Jangan Ceritakan Urusan Ranjang, INILAH Adab Berhubungan Intim dalam Islam
• Cara Cepat Berhitung Bagi Anak, Perkalian Sederhana dan Mudah Dipahami
"Saat ini usia 16 hingga 17 tahun yang kebanyakan sudah putus sekolah banyak yang meminta dispensasi kawin," lanjut Ishadi
Pengadilan Agama Ponorogo sendiri tidak memetakan kecamatan mana yang paling tinggi permintaan dispensasi kawin.
"Kami tidak mensurvey wilayah, ini berdasarkan data global kabupaten Ponorogo," tutupnya.
Perceraian Melonjak
Dikutip dari kompas.com, tingkat perceraian di Kabupaten Bandung melonjak di masa pandemi Covid-19.