Selasa, 14 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

DPRD Pekanbaru Usulkan Anggaran Banjir Tiga Kali Lipat di APBD, Sigit: Masterplan PUPR Harus Jelas

DPRD Pekanbaru sangat mengharapkan, anggaran penanganan banjir di Kota Pekanbaru tahun depan (2021) bisa ditingkatkan.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
TribunPekanbaru/Doddy Vladimir
ILUSTRASI - Warga melintasi banjir yang menggenangi perumahan Alam Surya Jalan Uka Garuda Sakti KM III, Kelurahan Air Putih, Tampan, Pekanbaru, Rabu (8/4/2020). Hujan yang mengguyur Pekanbaru membuat kawasan tersebut banjir akibat parit yang kecil tidak bisa menampung debit air yang melimpah. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru sangat mengharapkan, anggaran penanganan banjir di Kota Pekanbaru tahun depan (2021) bisa ditingkatkan.

Jika tahun 2020 ini hanya dianggarkan Rp 12 miliar, untuk tahun depan bisa dianggarkan tiga kali lipat.

Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Sigit Yuwono ST menjelaskan, bahwa anggaran tiga kali lipat dari yang disiapkan tahun 2020 ini, bisa dilakukan secara bertahap.

"Kalau mau jujur, untuk penanganan banjir ini anggarannya besar. Tidak hanya sekadarnya saja. Makanya perlu dibuat plan jangka pendek, jangka menengah dan jangan panjang," tegas Sigit, Senin (21/9/2020) kepada Tribunpekanbaru.com.

Hingga kini, penanganan banjir di Kota Pekanbaru belum maksimal. Bahkan dari data yang diterima DPRD dari OPD terkait, jumlah titik banjir di kota ini sebanyak 39 titik.

Untuk penanganannya mesti serius. Meski anggaran tahun ini hanya diplot Rp 12 miliar dari APBD Pekanbaru, namun harus tepat sasaran. Artinya, anggaran itu harus benar-benar terasa pengurangan jumlah titik banjir.

"Itu tadi, masterplan yang disebutkan Dinas PUPR itu harus jelas. Sudah ada atau tidak kurangnya titik banjir. Bukan sebaliknya, bertambah. Makanya, ini harus jadi prioritas, bukan hanya sekadar kegiatan seremoni saja," sebut politisi senior Partai Demokrat ini.

Lebih dari itu, sebut Sigit, program pembangunan dalam rangka penanganan banjir yang dilakukan dinas PUPR, harus diketahui pihak kecamatan dan kelurahan. Sehingga bisa sharring informasi, untuk mengarahkan aliran air. Apalagi jika dibangun sumur resapan di titik banjir tersebut.

"Libatkan juga masyarakat. Karena masyarakat kita pastikan mau membantu pemerintah, untuk mengurangi titik banjir ini. Tapi harus serius," katanya seraya juga meminta agar anggaran pengerukan sungai, juga harus dibelanjakan tepat sasaran.

Tahun 2020 ini Pemko Pekanbaru masih fokus dalam pemetaan kawasan banjir dan Detailed Enginering Design (DED).

Sebelumnya Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Indra Pomi Nasution mengatakan, bahwa pihaknya masih fokus pada masterplan penanganan banjir tahun 2020 ini. Ada juga rencana fisik untuk membuat sumur resapan.

Sementara untuk anggaran penanganan banjir di Kota Pekanbaru hanya sekitar Rp12 miliar. Jumlah ini adalah anggaran operasional dan pemeliharaan serta normalisasi aliran sungai.

"Jadi anggarannya memang terbatas, termasuk anggaran bagi pasukan kuning," terangnya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved