Breaking News:

Bengkalis

Tambah 19 Kasus Positif Baru, Hingga Sabtu Kasus Positif Covid-19 di Bengkalis Capai 202 Kasus

Dari jumlah tersebut yang masih dirawat di RS ada 7 orang dan isolasi terpadu di Balai Diklat 21 orang serta isolasi mandiri di rumah 75 orang.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: CandraDani

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Kasus terkonfirmasi positif kabupaten Bengkalis terus bertambah Hingga Sabtu kemarin mencapai angka 202 kasus.

Penambahan baru sebanyak 19 kasus yang diumumkan Sabtu (26/9) sore.

Hal ini diungkap Juru Bicara Satgas Tim Penengakan Disiplin protokol Kesehatan Covid-19 Bengkalis Poppi Yulia Santisa.

Menurut dia, dari jumlah tersebut yang masih di rawat di rumah sakit sebanyak 7 orang dan isolasi terpadu di Balai Diklat sebanyak 21 orang serta isolasi mandiri di rumah sebanyak 75 orang.

Empat Orang Pegawai Dinas Perhubungan Bengkalis Positif Covid-19, Dishub Tetap Buka Layanan

"Sedangkan yang dinyatakan sembuh sejak kemarin ada sebanyak 2 Orang," terangnya.

Menurut Popi, dari 19 kasus terkonfirmasi baru ini, 11 kasus penambahan baru berasal dari kecamatan Mandau.

Tiga kasus dari Kecamatan Bengkalis, serta dari kecamatan Bantan dan Bukit Batu masing masing 2 kasus dan dari kecamatan Siak Kecil 1 kasus.

"Satu Diantar kasus baru tersebut merupakan balita berusia 7 bulan, kontak erat dengan pasien 119 yang merupakan orangtua balita tersebut. Saat ini balita tersebut di isolasi secara mandiri dirumah, sementara ayahnya yang juga positif sudah diisolasi di Balai Diklat, sementar ibunya negatif," tambahnya.

Jumlah Kasus Positif Covid-19 Bengkalis Terus Bertambah, Sabtu sore Tambah 7 Orang

Jubir Satgas ini, minta masyarakat untuk melaporkan ke Puskesmas terdekat jika sudah melakukan rapid test dan swab.

Baik dengan hasil negatif maupun positif guna memudahkan penanganan dan pelacakan kasus.

Sementara untuk tempat isolasi terpadu di Balai Diklat hanya diperuntukan bagi pasien yang terkonfirmasi positif tanpa gejala spesifik, namun rumahnya tidak layak untuk pelaksanaan isolasi mandiri.

“Isolasi terpadu itu diperuntukkan bagi warga yang rumahnya tidak memenuhi standar dan kwalitas untuk melaksanakan isolasi mandiri, atau tidak ada yang mengurus dirumahnya. Warga yang saat ini melakukan isolasi mandiri dirumah, jika tidak menerapkan protokol kesehatan, juga akan dibawa ke tempat isolasi terpadu," tandasnya.(Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved