Sabtu, 9 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Pria Lulusan IT Ini Jadi Pembunuh Berantai, Hal Ini yang Membuat Dia jadi Ganas

Bukannya menurut, namun ia masih saja sempat-sempatnya menyogok polisi dengan sejumlah uang.

Tayang:
Penulis: | Editor: Firmauli Sihaloho
tribun
pembunuhan warga singapura 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Saat dirinya sudah diamankan polisi dan akan dibawa, ia malah dengan santai mengatakan akan membayar polisi dengan sejumlah uang.

Uang tersebut berupa sogokan agar ia segera dilepas. Untuk meyakinkan polisi, pria ini mengatakan bahwa ia hanya membutuhkan waktu dua jam untuk mengumpulkan uang senilai Rp 10 miliar.

Permintaan tersebut disampaikan sesaat ia diamankan polisi atas tuduh pembunuhan yang dilakukan.

Bukannya menurut, namun ia masih saja sempat-sempatnya menyogok polisi dengan sejumlah uang.

Dan beginilah respon polisi atas permintaannya yang terdengar berani itu

Ia adalah seorang pembunuh profesional yang sudah membunuh 20 orang di India.

Ia dilaporkan sempat menawarkan suap Rp 10 miliar kepada polisi agar dibebaskan.

Update Kasus Covid-19 di Indonesia 28 September: 278.722 Kasus Positif Virus Corona, 206.870 Sembuh

Pemkab Meranti Salurkan Beras Kepada 400 Kepala Keluarga Terdampak Covid 19

Vaksin Covid-19 Impor Diperkirakan Masuk ke Indonesia Akhir Tahun, Inilah Mereka yang Jadi Prioritas

Avinash Srivastava, dikenal juga sebagai Amit, tertangkap di hotel kota Raxaul ketika mencoba untuk menyelinap ke perbatasan Nepal.

Saat ditangkap, Amit terdengar menawarkan uang dalam jumlah besar kepada polisi, di mana dia hanya butuh dua jam untuk menyiapkannya.

"Tolong tinggalkan saya. Saya akan berikan 50 juta rupee (Rp 10 miliar)," jelas si pembunuh profesional seperti dilaporkan Gulf News Sabtu (26/9/2020).

Pengawas Polisi Patna Upendra Sharma menuturkan, pihaknya jelas menolak tawaran itu seraya segera menginterogasi Srivastava begitu ditangkap.

"Kami menginterogasi si pembunuh, di mana dia mengaku sudah terlibat dalam banyak kasus kejahatan," jelas Petugas Sharma.

Penegak hukum menyatakan, Srivastava yang adalah pakar IT dan mahir berbahasa Inggris itu terjun ke dunia gelap untuk membalaskan kematian ayahnya, Lalan Srivastava.

Bagaimana Rasanya Terkurung 24 Jam di Toilet Kamar Hotel? Tanyakan pada Gadis Ini

4 Resep dan Cara Membuat Rempeyek, Ada Rempeyek Udang Taoco, Paru Hingga Kacang Hijau, Gurih Renyah

Lalan, yang adalah seorang politisi India, terbunuh pada 2002.

Jadi, Srivastava atau Amit berkeliling untuk menemukan para pembunuh ayahnya.

Aparat mengungkapkan bahwa Srivastava melakukan pembunuhan dengan cara kejam, di mana dia pernah menembakkan 32 peluru ke pembunuh ayahnya.

Kemudian, dia juga pernah duduk di atas jenazah korbannya selama tiga jam, di mana setiap lima menit dia akan menembak.

"Sejauh ini sejak 2003, dia mengaku sudah melakukan 20 pembunuhan tanpa menunjukkan rasa ampun sedikit pun," jelas polisi senior.

AHOK Resmi Cabut Laporan Pencemaran Nama Baik, Pelaku yang Sandingkan Ahok dengan Binatang Menyesal

Usung Desain dan Fitur Identik dengan Oppo A53, Oppo A33 Dibanderol Lebih Murah Rp 500 Ribu

 

Ditembak 32 kali

Srivastava disebut menuntaskan pendidikan S2-nya di jurusan Aplikasi Komputer di Universitas Jamia Milia Islamia, kampus bergengsi di New Delhi.

Berdasarkan keterangan si pembunuh berantai, hidupnya sebagai pakar IT berjalan begitu baik hingga sang ayah menjadi korban pembunuhan.

Sebelum masuk ke dunia kejahatan, dia merupakan staf di salah satu perusahaan konsultasi teknologi dan menerima gaji besar.

Setelah satu tahun, dia berhasil menemukan orang yang membunuh ayahnya, Pappu Khan, di mana dia ditembak hingga 32 kali.

Dikatakan bahwa si pembunuh profesional sudah melenyapkan nyawa lima dari enam orang yang diduga terlibat dalam kematian ayahnya.

Pengakuan Istri Pembunuh Berantai

Kisah lainnya, mantan istri terpidana pembunuh berantai Perancis mengakui, benar suaminya dulu telah menculik, memperkosa, dan membunuh seorang gadis sekolah yang hilang 17 tahun lalu.

Ia berkata demikian melalui pengacaranya pada Jumat (21/8/2020), dalam kabar terbaru dari salah satu kasus paling terkenal di Perancis yang belum terpecahkan.

 

Ilustrasi tergeletak.
Ilustrasi tergeletak. (www.grid.id)

Monique Olivier mantan istri pembunuh berantai Michel Fourniret memberikan kesaksian kunci pada November tahun lalu.

Kemudian pada Januari dia mengatakan, mantan suaminya bersalah atas pembunuhan siswi Sekolah Dasar (SD) Estelle Mouzin yang berusia 9 tahun.

Fourniret lalu mengakui perbuatannya pada Maret 2020.

Pengungkapan terbaru dari Olivier mengakibatkan dia dituduh ikut terlibat, tapi telah membuka secercah harapan untuk menemukan tubuh siswi itu.

Pada Juni penyelidik melakukan penggeledahan selama 4 hari di kediaman Fourniret di Ardennes, tapi tak menemukan apa pun.

"Monique Olivier menyatakan kepada hakim penyelidik... bahwa Michel Fourniret menculik Estelle Mouzin, menyekapnya, dan membawanya pada 9 Januari 2003, ke Ville-Sur-Lumes untuk menahannya, dan memperkosa serta membunuhnya," kata pengacara Olivier, Richard Delgenes, pada konferensi pers.

"Penyelidikan masih diperlukan untuk menemukan di mana jenazah Estelle Mouzin berada... tetapi (Olivier) belum bisa memberikan informasi mengenai hal itu," lanjut Delgenes dikutip dari AFP Sabtu (22/8/2020).

 

Ada kemungkinan pencarian dapat dilakukan lagi, kali ini langsung melibatkan si pembunuh berantai.

Michel Fourniret dipenjara seumur hidup pada Mei 2008 karena pembunuhan tujuh gadis dan wanita muda, tetapi hingga Maret selalu menampik dia terkait dengan hilangnya Estelle Mouzin.

Anak gadis berusia 9 tahun itu menghilang pada Januari 2003 di Guermantes, 30 kilometer dari timur Perancis, saat berjalan pulang dari sekolah.

Olivier juga menjalani hukuman seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat selama 28 tahun atas perannya dalam beberapa penculikan dan pembunuhan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pembunuh 20 Orang di India Suap Polisi Rp 10 Miliar agar Dibebaskan dan artikel yang berjudul Pembunuh Berantai Perkosa dan Bunuh Siswi SD, Kasusnya 17 Tahun Tak Terpecahkan

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved