Jumat, 1 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

SENGIT, Bisakah Kamu Tutup Mulut? Debat Pertama Capres AS Trump dan Biden Kacau, Penuh Interupsi

Keduanya bertarung sengit dan berdebat tentang kepemimpinan Trump dalam mengatasi pandemi Covid-19, ekonomi dan pajak

Tayang:
Editor: Nurul Qomariah
AFP
Calon Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan pesaingnya dari Partai Demokrat Joe Biden. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, CLEVELAND - Berapi-api, sengit, dan penuh sindiran.

Hal itu menggambarkan debat pertama calon Presiden AS dari Partai Republik Donald Trump dan pesaingnya dari Partai Demokrat Joe Biden.

Keduanya bertarung sengit dan berdebat tentang kepemimpinan Trump dalam mengatasi pandemi Covid-19, ekonomi dan pajak.

Sejumlah isu muncul dalam debat pertama yang berlangsung seru Selasa (29/9/2020).

Dijanjikan Berhubungan Intim, Pria Ini Malah Dimutilasi Duo Lesbian: Alasannya Untuk Hal Ini

DPRD PEKANBARU: Rekomendasi DPRD Tak Mempan, Pengembang GFR Enggan Bongkar Taman di Atas Drainase

Untuk Hapus Red Notice Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Rela Jual Jabatan Rp 3 M Lalu Menjadi Rp 7 M

Debat itu juga diwarnai dengan interupsi berulang Trump atas Joe Biden.

Moderator debat, Chris Wallace berupaya kuat untuk mengontrol debat, namun tampaknya berakhir sia-sia.

Melansir Reuters, kedua calon presiden Gedung Putih berbicara satu sama lain dan melontarkan penghinaan dalam perkelahian politik.

Sehingga sulit bagi kedua pihak untuk membuat poin.

“Maukah kamu tutup mulut, bung? Ini bukan rahasia lagi,” kata Biden yang kesal setelah interupsi berulang kali dalam segmen pertama debat di Mahkamah Agung.

Biden menyebut Trump sebagai "badut" dan "rasis" dan mengatakan kepadanya: "Anda adalah presiden terburuk yang pernah dimiliki Amerika."

Joe Biden
Joe Biden (FOTO/KOMPAS.COM)

Trump sendiri mengatakan: "Tidak ada yang pintar tentang Anda, Joe."

Biden mempertanyakan kepemimpinan Trump dalam pandemi Virus Corona, dengan mengatakan Trump telah panik.

Dan gagal melindungi warga Amerika Serikat karena dia lebih peduli dengan ekonomi.

"Dia panik atau dia melihat pasar saham," kata Biden tentang Trump, yang telah mendorong negara-negara untuk membuka kembali ekonomi mereka dan mengecilkan ancaman pandemi.

“Banyak orang meninggal dan lebih banyak lagi yang akan mati kecuali dia menjadi jauh lebih pintar, jauh lebih cepat,” kata Biden.

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved