Penanganan Covid

2.603 Warga di Inhu Diberi Sanksi Tim Pemburu Teking, Minim Kesadaran Terapkan Protokol Kesehatan

Tingginya jumlah warga yang terjaring razia tersebut membuktikan jika masih rendah kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokoler kesehatan.

Penulis: Bynton Simanungkalit | Editor: CandraDani
Istimewa
Warga yang melanggar protokol kesehatan diberikan sanksi sosial. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, RENGAT - Tim pemburu Teking Covid-19 Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mengamankan ribuan warga yang pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Inhu.

Petugas memberikan sanksi-sanksi sosial bagi pelanggar protokol kesehatan sesuai yang tertuang dalam Inpres nomor 6 tahun 2020 dan Perbup Inhu nomor 63 tahun 2020 tentang protokoler kesehatan dan sanksi pelanggar.

"Total warga bandel yang tidak memakai masker terjaring razia oleh tim pemburu teking Covid-19 hingga 5 Oktober sebanyak 2.603 orang," kata Kapolres Inhu AKBP Efrizal didampingi PS Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran, Selasa (6/10/2020).

Efrizal berkata tingginya jumlah warga yang terjaring razia tersebut membuktikan jika masih rendah kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokoler kesehatan, enggan memakai masker, tidak menjaga jarak, masih berkerumun serta lainnya.

Untuk itu, lanjut Kapolres, diminta pada seluruh lapisan masyarakat agar senantiasa mematuhi protokoler kesehatan dan patuhi 4 M agar terputus penyebaran Covid-19 di Kabupaten Inhu.

25 Tenaga Kesehatan Inhu Terinfeksi Covid-19

Sebanyak 25 tenaga kesehatan di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) terinfeksi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Inhu, Elis Julinarti seluruh tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 di Kabupaten Inhu saat ini tengah menjalani isolasi.

Hingga Sabtu (3/10/2020) kemarin jumlah pasien positif Covid-19 di Inhu sebanyak 96 orang.

Elis juga merincikan tenaga kesehatan yang terinfeksi Covid-19 di Kabupaten Inhu.

Sebanyak 7 tenaga kesehatan bertugas di Puskesmas Air Molek, 9 orang di Puskesmas Pangkalan Kasai, 1 orang di Puskesmas Kambesko, 4 orang di Puskesmas Lirik, 2 orang di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Safira, dan 2 orang di Puskesmas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat.

"Rata-rata adalah para medis dan satu orang dokter," kata Elis.

 Asyik Pesta Narkoba, Empat Pemuda Mandau Diciduk Polisi Bengkalis

Elis juga merincikan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Inhu sebanyak 96 orang.

Hingga tanggal 3 Oktober 2020 kemarin tidak ada penambahan Covid-19.

Sementara itu jumlah pasien sembuh di Kabupaten Inhu terus meningkat.

Pada tanggal 3 Oktober 2020 lalu jumlah pasien sembuh dari infeksi Covid-19 di Kabupaten Inhu sebanyak 13 orang.

Berdasarkan data dari Dinkes Inhu jumlah pasien sembuh di Inhu sebanyak 59 orang.

Sementara itu jumlah pasien Covid-19 yang meninggal di Kabupaten Inhu sebanyak lima orang.

Untuk kasus suspek Covid-19 di Kabupaten Inhu sebanyak 512 orang, tiga orang menjalani isolasi di rumah sakit, dan 512 orang tercatat melakukan isolasi mandiri.

"Hingga saat ini 477 orang sudah selesai isolasi mandiri, dan tujuh orang meninggal dunia. Total kumilatif suspek di Inhu sebanyak 999 orang," katanya.

Elis juga menyampaikan totak kumulatif pemeriksaan rapid yang sudah dilakukan di Inhu hingga tanggal 1 Oktober 2020 sebanyak 4378 orang.

Sementara kumulatif pemeriksaan swab hingga tanggal 1 Oktober 2020 sebanyak 1304 orang. 

Bupati Inhu Perintahkan Swab Massal

Seiring dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Bupati Inhu, Yopi Arianto memerintahkan agar segera dilakukan swab massal.

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) telah menyiapkan 6.000 alat swab tes untuk swab massal.

"Kita sudah mempersiapkan 6000 alat swab tes untuk digunakan swab masal," kata Elis ketika dikonfirmasi Tribunpekanbaru.com akhir pekan lalu.

Elis melanjutkan bahwa hingga kini pihaknya terus melakukan tracing terhadap suspek yang sempat kontak erat dengan pasien Covid-19.

 Kemelut Poltik Negeri Jiran, Muhyidin Tegaskan Masih PM, Anwar Sesumbar Bentuk Pemerintahan Baru

 Mereka Hanya Ingin Mengganggu, Adu Tembak TNI-Polri dengan KKB Kembali Terjadi di Dua Lokasi

 Marah karena Dirazia tak Pakai Masker, Pria Ini Ancam Akan Hancurkan Dunia: Penghianat Kalian Semua

Diskes Inhu menargetkan 1500 swab tes yang akan dilakukan.

"Sesuai aturan dari 1 juta warga, minimal swab tes yang dilakukan sebanyak 3500. Posisi jumlah penduduk kita saat ini 400 ribu lebih, maka swab tes yang akan dilakukan kurang lebih 1500," katanya.

Namun menurut Elis untuk jadwal pelaksanaan tes swab akan disesuaikan dengan kesiapan Laboratorium Biomolekuler Provinsi Riau.

"Pada intinya kita siap kapan saja untuk melakukan test swab massal di Kabupaten Inhu," katanya.

Ruangan Isolasi RSUD Indrasari Cukup Tampung Pasien Covid-19

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) mencatat lonjakan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 18 kasus dalam dua hari.

Berdasarkan data dari Provinsi Riau lonjakan tersebut terjadi pada Selasa (22/9/2020) kemarin, yakni sebanyak 17 pasien.

Meski terjadi lonjakan, Kepala Diskes Inhu, Elis Julinarti memastikan ruang isolasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat masih cukup untuk menampung pasien Covid-19 di Kabupaten Inhu.

"Untuk sementara masih cukup," ujarnya singkat, Rabu (23/9/2020).

Sesuai data yang diperoleh Tribunpekanbaru.com , jumlah pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUD Indrasari saat ini sebanyak lima orang.

Empat diantaranya positif Covid-19 dan satu orang suspek Covid-19.

Sesuai kapasitas daya tampung RSUD Indrasari sebanyak 18 tempat tidur.

Namun sesuai data dari Provinsi Riau terdapat 56 kasus positif Covid-19 di Kabupaten Inhu.

Meski begitu, sebagian besar pasien positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri.

Elis melanjutkan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu dan pemerintah desa juga telah menyiapkan tempat isolasi bagi pasien yang menjalani isolasi mandiri.

"Isolasi kita sudah ada di wisma atlet. Untuk desa sesuai SE bupati untuk menyiapkn tempat isolasi di setiap desa," katanya.

Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi Riau penambahan pasien Covid-19 di Kabupaten Inhu mencapai 18 orang.

Berdasarkan penambahan tersebut jumlah penambahan terbanyak ada di Kecamatan Pasir Penyu, yakni sebanyak 8 kasus.

Kemudian penambahan lainnya berada di Kecamatan Lirik, Kecamatan Sei Lala, Kecamatan Rengat, Kecamatan Lubuk Batu Jaya dan Kecamatan Batang Cenaku.

Pasien tersebut merupakan pasien yang sempat kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus Corona. Tribunnews.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat Pesan Ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

( Tribunpekanbaru.com / Bynton Simanungkalit )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved