Anggaran Minim Akibat Dampak Covid-19, Proyek Pembangunan di Kepulauan Meranti Tetap Berjalan

Untuk memastikan sejumlah proyek berjalan Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Dr Kamsol MM bersama rombongan melakukan peninjauan sejumlah proyek

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Sekda Kepulauan Meranti Dr Kamsol MM bersama rombongan melakukan peninjauan sejumlah proyek infrastruktur di 2 kecamatan yakni Tebing Tinggi Timur dan Rangsang, Minggu (11/10/2020). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Anggaran pembangunan infrastruktur yang makin minim di tengah pandemi Covid-19 ini tak membuat Pemkab Kepuluan Meranti Riau menghentikan sejumlah proyek pembangunan.

Untuk memastikan sejumlah proyek berjalan Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti Dr Kamsol MM bersama rombongan melakukan peninjauan sejumlah proyek infrastruktur di dua kecamatan.

Yakni, Kecamatan Tebing Tinggi Timur dan Kecamatan Rangsang pada Minggu (11/10/2020).

Turut mendampingi Sekda, Camat Tebing Tinggi Timur Tunjiarto, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Meranti Fajar Triasmoko.

Baca juga: Jajaran Staf di DPRD Kampar Lakukan Uji Swab Usai Diketahui Satu Pegawai Terpapar Covid-19

Baca juga: WOW,Rudal Antisiluman dan Antisatelit Ada di Kapal Destroyer Type 055 China, Unggulan Perang Modern

Baca juga: Sempat Polemik, Akhirnya Gugus Tugas Resmi Nyatakan Wabup Kuansing Halim Sembuh dari Covid-19

Kabid Fisik Bappeda Meranti Robert, Kasi Dinas Perindagkop Meranti Miftah, Kasubag Kesra Alfian, Camat Rangsang Afifuddin.

Aktifis Gambut Cik Manan, Kades Sungai Tohor dan Kades Sungai Tohor Barat, Bagian Humas dan Protokol Meranti dan sejumlah ASN lainnya.

Infrastruktur pertama yang dikunjungi Sekda Kamsol adalah, Centra Industri Sagu di Desa Sungai Tohor, Tebing Tinggi Barat.

Sekda Kepulauan Meranti Dr Kamsol MM bersama rombongan melakukan peninjauan sejumlah proyek infrastruktur di 2 kecamatan yakni Tebing Tinggi Timur dan Rangsang, Minggu (11/10/2020).
Sekda Kepulauan Meranti Dr Kamsol MM bersama rombongan melakukan peninjauan sejumlah proyek infrastruktur di 2 kecamatan yakni Tebing Tinggi Timur dan Rangsang, Minggu (11/10/2020). (istimewa)

Dalam kunjungannya Sekda berharap Centra Industri Sagu yang dibangun dengan dana APBN Kementerian Perindag tahun 2018-2019 sebesar Rp 40 miliar itu segera dapat dioperasikan.

Sehingga, dapat menambah nilai ekonomi Sagu Meranti yang dapat diproduksi menjadi berbagai turunan mulai dari tepung sagu, gula sagu, mie sagu, beras sagu, kerupuk sagu dan lainnya.

Saat ini dari keterangan Kepala Seksi Industri Miftah, pembangunan fisik bangunan utama dan pengadaan mesin-mesin peralatan sudah siap.

Namun yang menjadi kendala saat ini hanyalah jaringan listrik menuju industri sagu yang tak lama lagi akan tersambung serta aksesbilitas jalan yang saat ini sedang dalam progres pembangunan.

Lebih jauh dijelaskannya, untuk pengelolaan sendiri akan dilakukan oleh koperasi yang dibentuk oleh masyarakat.

Nantinya, pihak koperasi akan mencari SDM, tenaga ahli serta investor sebagai pendana awal.

Agar pengoperasian dapat berjalan sesuai rencana dikatakan Sekda perlu melibatkan 4 unsur yakni akademisi (tenaga ahli), pengusaha (pemodal), pemerintah, dan community (masyarakat).

"Dengan melibatkan 4 unsur ini kita juga dapat mengusulkan bantuan ke Balitbang LIPI baik berupa mesin peralatan maupun tenaga ahli," jelas Sekda.

Proyek Jalan Pengubung

Sekda Kepulauan Meranti Dr Kamsol MM bersama rombongan melakukan peninjauan sejumlah proyek infrastruktur di 2 kecamatan yakni Tebing Tinggi Timur dan Rangsang, Minggu (11/10/2020).
Sekda Kepulauan Meranti Dr Kamsol MM bersama rombongan melakukan peninjauan sejumlah proyek infrastruktur di 2 kecamatan yakni Tebing Tinggi Timur dan Rangsang, Minggu (11/10/2020). (istimewa)

Usai melihat seluruh bangunan dan mesin-mesin pengolah sagu, selanjutnya Sekda Kamsol dan rombongan melanjutkan kunjungannya ke proyek pembangunan jalan penghubung 2 desa.

Yakni, Desa Lukun-Sungai Tohor sepanjang 7 Kilometer dengan lebar 6 meter yang dibangun dengan dana DAK reguler tahun 2020 sebesar Rp 24 miliar lebih.

Dalam kunjungannya Sekda melihat pembangunan masih on progress dan ia berharap hingga akhir tahun 2020 mendatang proyek ini dapat dituntaskan.

"Kita ingin proyek ini dapat selesai sesuai rencana sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mempermudak aksesbilitas orang dan barang diwilayah Tebing Tinggi Timur," harap Sekda.

Tak selesai di situ, setelah memastikan proses pembangunan infrastruktur di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Sekda Meranti dan rombongan melanjutkan peninjauan ke Kecamatan Rangsang.

Di lokasi ini Sekda melihat progres pembangunan jalan penghubung Desa Tanjung Samak-Desa Repan sepanjang 4,3 Kilometer, yang dibangun menggunakan DAK Penugasan sebesar Rp 15 miliar lebih.

Serta pembangunan jalan ibukota Kecamatan Rangsang sepanjang 2 Kilometer dengan dana sebesar Rp 10 miliar.

Sama seperti saat menunjau proyek sebelumnya pembangunan masih On Progres meski pembangunan masih berkisar 30-40 persen.

Namun dari keterangan pihak Dinas PUPR Meranti, pembangunan akan dapat dituntaskan sesuai target yakni akhir tahun 2020.

Sekadar informasi, selain meninjau berbagai proyek pembangunan infrastruktur Sekda Kamsol dan rombongan juga menyempatkan diri meninjau gedung Puskesmas Sungai Tohor yang representatif.

"Harapan dengan kunjungan ini semua proyek pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan dapat selesai sesuai target yang telah direncanakan," tegasnya lagi.

( Tribunpekanbaru.com / Teddy Tarigan )

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved