Pilkada Serentak 2020 di Riau
Debat Kandidat Pilkada Siak 30 November, Paslon Hanya Bisa Membawa 4 Orang Tim di Arena
Debat terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati Siak pada Pilkada Siak 2020 digelar 30 November 2020 mendatang.
Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Riau menjadi salah satu Provinsi yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020.
Tercatat ada 9 daerah yang akan melaksanakan Pilkada 2020 pada Desember mendatang.
33 Pasangan Calon Kepala daerah pun sudah ditetapkan.
Terkait pelaksanaan Pilkada di masa pandemi, Gubernur Riau Syamsuar menegaskan agar penanganan Covid-19 dilakukan dari hulu.
"Penanganannya kita harus di hulu, tidak hanya di hilir seperti selama ini. Jika hilir telah diambil langkah-langkah dan penanganan, sekarang harus kita mulai dari hulu dengan melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan dan bagaimana masyarakat dapat sadar, diantaranya melalui pemakaian masker, cuci tangan, dan menjaga jarak,” ujarnya.
Oleh karena itu, Dia tidak mengantisipasi adanya klaster baru.
"Kedepan kita harus sering turun ke bawah dan berharap tokoh masyarakat, alim ulama, diajak berperan," katanya.
Selain itu, Gubri Syamsuar juga mengungkapkan bahwa rumah sakit rujukan Covid-19 di Riau harus melakukan penambahan tenaga medis, meningkatkan kapasitas ruang ICU dan ventilator.
“Tenaga medis kita memang harus ditambah, kalau kita nanti menambah ruang ICU dan ventilator, tentunya petugas harus ditambah," ujarnya.
Tidak hanya itu, Gubri Syamsuar juga mengingatkan kepada bupati dan walikota agar mempersiapkan dan menambah tempat khusus yang dijadikan tempat isolasi mandiri.
Sebab pasien yang tidak bergejala disarankan untuk dirawat di tempat yang disiapkan oleh pemerintah.
Tidak melakukan isolasi mandiri di rumah, karena dikhawatirkan bisa memunculkan kluster keluarga.
"Khusus ruang Isolasi Mandiri, kalau misalnya pasien kurang mampu ekonomi nya, ini memang harus ada bantuan dari Pemda,” kata Syamsuar
Syamsuar juga menjelaskan dikarenakan Covid-19 belum bisa diprediksi kapan berakhirnya.
Dia meminta Tim Satgas Kabupaten/Kota harus komit dalam penanganan Covid-19. Camat harus berperan, kepala desa harus berbuat.
Gunakan berbagai elemen dan komponen untuk bersama-sama sesuai bidang nya berperan menanggulangi Covid-19.
Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr Indra Yovi menegaskan, pemerintah daerah harus serius untuk menekan penyebaran kasus Covid-19 di wilayahnya masing-masing.
Terutama di Kota Pekanbaru yang secara khusus mendapat sorotan dari Presiden Jokowi karena sebaran kasusnya yang terus meningkat.
Yovi menegaskan, ada tiga isu utama yang diinginkan pemerintah pusat terkait 12 kabupaten/kota yang menjadi perhatian kusus karena banyak penyebaran kasus Covid-19
"Pertama adalah menurunkan angka kasus baru, kedua meningkatkan angka kesembuhan, dan ketiga menurunkan angka kematian," ujarnya, Rabu (14/10/2020).
Namun dari ketiga poin tersebut, yang paling panting adalah menurunkan angka kematian.
Hal ini menjadi prioritas utama, yang mana bukan hanya keinginan pemerintah pusat tetapi juga keinginan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama.
Apalagi hingga saat ini setidaknya sudah ada 230 pasien di Riau yang meninggal dunia akibat Covid-19.
"Kalau orang sakit kemudian sembuh, Insyaa Allah aman tapi kalau orang meninggal tidak mungkin hidup lagi dan poin utamanya ada disini yaitu menurunkan angka kematian," ujarnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia mengatakan bahwa masyarakat harus berfikir kalau semua adalah positif Covid-19 yang merupakan orang tanpa gejala (OTG).
Sehingga dengan berfikir secara sederhana seperti itu maka semua orang akan lebih menjaga diri dan tetap menggunakan masker. (*)
--
Berita Terkait