Breaking News:

Banjir di 2 Desa di Kecamatan Ukui Pelalawan Berangsur Surut, Sebagian Pengungsi Pulang ke Rumah

Camat Amri merincikan, untuk Desa Air Hitam secara keseluruhan banjir telah surut dan tidak ada lagi rumah yang tergenang.

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI -  Banjir yang melanda Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau mulai tampak surut pada Jumat (13/11/2020).

Genangan air yang merendam ratusan rumah di dua desa air berangsur kering dan menurun secara signifikan dari dua hari sebelumnya.

Sebagian besar kediaman masyarakat sudah terbebas dari dampak banjir akibat meluapnya empat sungai yang ada di sekitar Desa Lubuk Kembang Bunga dan Air Hitam.

"Sebagian besar banjir sudah surut. Genangan air tinggal di wilayah yang dekat di pinggir sungai saja lagi," ungkap Camat Ukui, Amri Juharza, kepada tribunpekanbaru.com, Jumatb(13/11/2020).

Camat Amri merincikan, untuk Desa Air Hitam secara keseluruhan banjir telah surut dan tidak ada lagi rumah yang tergenang.

Hanya akses jalan yang masih terbenam, tetapi sudah bisa dilewati kendaraan.

Baca juga: Hampir 2 Bulan Berstatus Zona Merah Covid-19, Akhirnya Pelalawan Zona Oranye, Ini Data Terbaru

Baca juga: 250 Rumah Terendam, 300 KK Terdampak Banjir di Desa Air Hitam Pelalawan, Polsek Pantau Kondisi Warga

Baca juga: Sembunyi di Rumah Mertua, Pengedar Sabu-sabu di Pelalawan Disergap Polisi

Kondisi terkini banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam pada Jumat (13/11/2020).
Kondisi terkini banjir di Desa Lubuk Kembang Bunga dan Desa Air Hitam pada Jumat (13/11/2020). (istimewa)

Baca juga: Banjir di Ukui Pelalawan Meluas, Belum Surut di Lubuk Kembang Bunga, Desa Air Hitam Mulai Tergenang

Baca juga: Banjir di Ukui Pelalawan Meluas, Belum Surut di Lubuk Kembang Bunga, Desa Air Hitam Mulai Tergenang

Baca juga: Banjir di Ukui Pelalawan Meluas, Belum Surut di Lubuk Kembang Bunga, Desa Air Hitam Mulai Tergenang

Sedangkan di Desa Lubuk Kembang Bunga genangan air masih ditemukan di wilayah yang berdampingan langsung dengan sungai.

Di lokasi itu ketinggian air masih mencapai 100 centimeter, jika hujan tidak turun air akan segera kering. 

Banjir surut lantaran empat sungai yang sebelumnya meluap sudah berangsur normal, yakni Sungai Onangan, Sungai Kundur, dan Sungai Air Hitam.

Sedangkan Sungai Nilo yang menjadi induk dari ketiga sungai kecil itu belum sepenuhnya normal, menyebabkan genangan air di Lubuk Kembang Bunga belum tuntas.

"Sebagian besar warga yang mengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Mulai membersihkan sisa banjir," tambah Amri.

Ia mengakui jika banjir kali ini tidak berlangsung lama dan cepat surut dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Diperkirakan curah hujan mulai turun dan air kiriman dari hulu sungai telah berkurang.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Sesri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved