Breaking News:

Ada Lonjakan Kasus Covid-19,IDI Pertanyakan Libur Panjang Akhir Tahun: Pilkada Gag Ditanya Juga Dok?

Seperti, pasca libur panjang akhir pekan Mei lalu yang meningkatkan fluktuasi kasus Covid-19 sampai 20 persen.

Penulis: | Editor: Firmauli Sihaloho
FOTO / AFP
Petugas laboratorium medis mendaftarkan sampel virus coronavirus COVID-19 yang baru di Roosendaal, Belanda pada 4 Maret 2020. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) meminta pemerintah lebih serius mempertimbangkan aspek kesehatan dalam menentukan libur panjang akhir Tahun 2020 ini.

Wakil Ketua Umum IDI Moh Adib Khumaidi mengatakan, libur panjang telah terbukti meningkatkan kasus positif Covid-19.

Seperti, pasca libur panjang akhir pekan Mei lalu yang meningkatkan fluktuasi kasus Covid-19 sampai 20 persen.

Kemudian long weekend Agustus yang meningkatkan angka infeksi di atas dari 10 persen, dengan test rate lebih dari 20 persen.

Padahal selama pandemi Covid-19 yang berlangsung 8 bulan ini, mayoritas karyawan bekerja dari rumah atau Work From Home.

"Apa memang harus ada libur panjang? Karena long weekend membuat terjadi fluktuasi kasus," katanya dalam konferensi virtual BNPB 'Kesiapan Penanganan Pasien di RSDC', Senin (16/11/2020).

Baca juga: UPDATE Sidang Jerinx: Akankah Jrx Ditahan atau Bebas? Berikut Ulasan & Rangkaian Perjalanan Sidang

Baca juga: AWASI Anak Anda ke Warnet Jika Tidak Ingin Jadi Korban Seperti Peristiwa di Padang Ini

Baca juga: Pancing Pelaku, Polres Pelalawan Amankan Dua Pria Pengedar Sabu dan Ganja di Pangkalan Kerinci

tribunnews
Sejumlah wisatawan berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Aceh, Sabtu (31/10/2020). Sejumlah objek wisata di Banda Aceh ramai dikunjungi wisatawan domestik dari berbagai kabupaten di Aceh yang memanfaatkan masa cuti bersama dan libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. Serambi Indonesia/Hendri #TribunNetwork #MataLokalMenjangkauIndonesia (Serambi Indonesia/Hendri)

Menurutnya, lonjakan kasus dua hari berturut-turut lalu, diprediksi dampak mobilitas masyarakat usai libur panjang 28 Oktober hingga 1 Nobember 2020.

Untuk itu jika tetap ingin menetapkan libur panjang pada akhir tahun ini, Adib berharap semua yang berhubungan dengan aktivitas liburan mulai dari transportasi, hotel, hingga tempat wisata haruslah mengedapankan protokol kesehatan yang ketat.

Misalnya membatasi usia pengunjung yakni dilarang untuk usia di atas 60 tahun serta pengunjung wajib mengenakan masker termasuk anak-anak.

Baca juga: Cek Jadwal Pemeliharaan Jaringan Listrik Kota Pekanbaru

Baca juga: Apa Itu Hyung? FYP di TikTok? Kode 4646? Apa Arti Ngab: Cek Arti Kata Gaul dalam Kamus Bahasa Gaul

Baca juga: Masih Ada yang Menolak UU Cipta Kerja, Jokowi: Banyak yang Belum Membaca

"Jadi apakah harus ada long weekend? Namun kalau memang harus ada long weekend, maka harus ada yang diatur, mulai dari transportasi, aturan yang tegas tempat wisata di mana mereka berkumpul, hingga aturan di hotel," ujarnya.

Pihaknya menilai, semua pihak termasuk pemerintah pusat dan daerah perlu tegas dalam penerapan aturan protokol kesehatan.

Bahkan jika diperlukan denda dan sanksi harus diberlakukan.

Lantaran, kerumunan menjadi tempat berisiko dalam penularan Covid-19.

Lebih jauh, Adib menuturkan angka kematian dokter dan tenaga kesehatan terus bertambah.

Dimana hingga kemarin ada lebih 160an dokter gugur karena Covid-19.

"Perubahan perilaku itu benar-benar harus dilakukan.

Kalau perubahan perilaku bisa butuh 10 tahun, tetapi dengan kondisi saat ini harus ada pemaksaan, regulasi, punishment, dan denda," kata Adib.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com berjudul; Terbukti Ada Lonjakan Kasus Covid-19, IDI Pertanyakan Rencana Libur Akhir Tahun

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved