Breaking News:

Siap-siap, Tahun 2021 Pemerintah Tekan Penerimaan CPNS, Bahkan Lakukan Ini, Begini Skenarionya

Sia-siap saja bagi PNS, tahun 2021, pemerintah akan melakukan terobosan. Penerimaan CPNS juga akan ditekan alias takkan banyak

istimewa
Suasana ujian SKB CPNS Pemkab Inhil formasi 2019 di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Minggu (11/10/2020) lalu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Tahun 2021, pemerintah akan menekan penerimaan CPNS. Bahkan akan dilakukan optimalisasi terkiat keberadaan PNS.

Terkiat dengan perampingan tersebut, beginilah skenario pemerintah terkait pemaksimalan PNS

Seperti yang dikatakan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo ingin menekan jumlah penerimaan CPNS 2021.

Baca juga: CPNS 2019 yang Lulus Terhitung Bekerja Mulai Desember 2020, BKPSDM Pelalawan Verifikasi Berkas

Baca juga: Gara-gara Mengundurkan Diri, Wanita CPNS 2019 di Kuansing yang Dinyatakan Lulus Kini Terancam Sanksi

Baca juga: Sudah Diumumkan Lulus, Satu CPNS 2019 di Kuansing Mengundurkan Diri, Ini Formasinya

Sebab, menurut Tjahjo, perkembangan teknologi informasi saat ini harus dapat dimanfaatkan secara optimal untuk melaksanakan tata kelola pemerintahan yang efisien dan praktis.

"Kebutuhan kementerian/lembaga daerah mengenai ASN kami tekankan sesuai kebutuhan. Kalau pensiun 10, tidak harus terima ASN 10. Kalau memang harus dua, harus satu... malah karena dengan sistem e-government ini akan bisa kita mempraktiskan tata kelola pemerintahan," kata Tjahjo, dalam rapat bersama Komisi II DPR, Kamis (19/11/2020).

Tjahjo mengatakan, Kemenpan RB telah meminta kementerian/lembaga untuk melakukan pemetaan dan penyederhanaan birokrasi serta penyesuaian jabatan. Ia menuturkan, jika pemanfaatan teknologi informasi optimal, pelayananan kepada masyarakat pun dapat maksimal.

"Optimalisasi pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi dalam pelaksanaan pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat dan berbagai penyesuaian dalam sistem manajamen ASN dalam situasi tatanan kenormalan baru saat ini," ujar Tjahjo.

Tjahjo mencontohkan Singapura dan Korea Selatan yang memiliki jumlah ASN relatif kecil, tapi tata kelola pemerintahannya efektif karena mampu memanfaatkan teknologi informasi.

Begitu pula dengan Malaysia yang disebut Tjahjo memiliki kemampuan teknologi yang baik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Kita ambil contoh di Singapura paling kecil, itu hanya dikelola sekian ratusan orang ASN saja. Kemudian yang menengah Korea Selatan, dia jaringan IT-nya bagus," katanya.

Halaman
12
Editor: Budi Rahmat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved