Penelitian Oxford BONGKAR Cara Kerja Propaganda di Era Digital: Kenali Modus Pasukan Siber
Salah satu medium yang paling efektif untuk dijadikan alat propaganda di era digital sekarang adalah media sosial.
Di pemerintahan, peran pasukan siber ada yang berada di bawah kendali kementerian tertentu atau bahkan badan militer.
Setidaknya, ditemukan 44 negara dari berbagai belahan dunia yang pemerintahannya terindikasi menggunakan pasukan siber untuk membentuk opini publik.
Misalnya, sebut penelitian itu, Inggris yang terbilang aktif menyampaikan pesan-pesan persuasif lewat grup-grup Facebook dan video-video YouTube.
Pesan-pesan itu ditujukan untuk maksud tertentu, salah satunya menanamkan rasa tidak percaya.
Sementara itu, di Amerika Serikat, United Stated Agency for International Development (USAID) yang membuat akun media sosial palsu di Kuba.
Demikian pula dengan partai-partai politik di berbagai negara, yang ternyata juga menggunakan propaganda digital semacam ini selama musim pemilihan umum berlangsung.
Akan tetapi, catatannya, apakah keberadaan pasukan siber di tengah badan pemerintahan semacam ini pantas, demokratis, dan dapat diterima jika pelakunya adalah pejabat publik.
Para pasukan siber ini tidak bekerja sendirian.
Biasanya juga menggandeng pihak-pihak lain misalnya swasta, organisasi sipil, kelompok pemuda, influencer, atau orang-orang dengan ideologi yang dapat mendukung misi mereka.
Pihak-pihak itu akan dipilih oleh pemerintah atau partai politik sesuai dengan kebutuhan dan relevansi dengan isu yang ingin digaungkan.
Saat ini, banyak perusahaan swasta yang menjadikan propaganda digital sebagai salah satu layanannya.
Penelitian ini menyebutkan, propaganda digital yang dilakukan oleh pemerintah atau partai politik bukan pekerjaan sederhana, melainkan melibatkan banyak pihak.
Salah satu negara yang menggunakan paling banyak cara untuk melakukan propaganda ini adalah Malaysia.
Malaysia melibatkan agensi pemerintahan, politisi dan partai, kontraktor pribadi, organisasi sipil, dan influencer untuk menyebarkan opini yang ingin dibangunnya.
Sementara, Indonesia tercatat hanya melibatkan politisi atau partai dan kontraktor pribadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pekanbaru/foto/bank/originals/era-smartphone-media-sosial_20160228_220909.jpg)