Selasa, 12 Mei 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

11 Tahun Buron, Taufik Bulaga Ditangkap Densus 88, Perakit Bom yang Ledakan Hotel JW Marriott

Jadi pada tanggal 23 dan 25 November lalu, memang Densus 88 Antiteror telah melakukan penindakan dengan menangkap tersangka TB alias Upik Lawanga

Tayang:
Penulis: pitos punjadi | Editor: Nolpitos Hendri
AFP PHOTO/USEP USMAN NASRULLAH/PIKIRAN RAKYAT
11 Tahun Buron, Taufik Bulaga Ditangkap Densus 88, Perakit Bom yang Ledakan Hotel JW Marriott 

IPW minta polisi antisipasi aksi terorisme akhir tahun

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta pihak kepolisian, terutama jajaran intelijen, Densus 88, dan BNPT perlu mewaspadai akan munculnya aksi terorisme di Indonesia. 

"Sebab dengan maraknya aksi kerumunan massa dan meluasnya gerakan intoleransi akhir akhir ini, telah membuat kalangan radikal dan jaringan terorisme seakan mendapat angin untuk beraksi, terutama saat menjelang akhir tahun," kata Neta kepada Warta Kota, Selasa (24/11/2020).

Dari pendataan IPW, menurut Neta, simpatisan ormas yang sering melakukan kerumunan massa pernah ada yang terlibat dalam aksi terorisme. 

"Di tahun 2017, jumlah mereka yang ditangkap Polri mencapai 37 orang dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan lainnya.

Beberapa diantaranya sempat ditahan di Nusa Kambangan, Gunung Sindur Bogor dan LP lainnya.

Namun kini mereka sudah bebas dan tidak terlacak keberadaannya," kata Neta.

Keterlibatan mereka dalam aksi terorisme tambah Neta, mulai dari menyembunyikan buronan terorisme hingga melakukan aksi teror itu sendiri.

"Dikhawatirkan dengan meluasnya aksi kerumunan massa dan gerakan intoleransi belakangan ini mereka kembali bermanuver dan melakukan aksi teror.

Saat ini jumlah narapidana terorisme yang tersebar di sejumlah lembaga pemasyarakat lebih dari 500 orang," ujarnya. 

Neta mengatakan napi terorisme yang sudah bebas dan selesai menjalani hukuman, idealnya dibina pemerintah melalui program deradikalisasi. 

Namun para mantan napi yang tidak terlacak keberadaannya, memang perlu diwaspadai agar tidak bermanuver untuk melakukan aksi teror kembali.

"Kabaintelkam Polri perlu bekerja ekstra keras mencermati hal ini agar jajaran kepolisian tidak kecolongan," katanya. 

Sebab dalam kerumunan massa akhir-akhir ini, kata Neta, Baintelkam Polri seperti kecolongan. 

"Aksi kerumunan massa katanya seperti terbiarkan dan tidak terantisipasi Baintelkam," katanya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved